JOGJA - Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti yang juga ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) DIY rupanya tidak ingin kursi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terlalu lama kosong. Sebulan setelah Ni Made dilantik sebagai Sekprov, masih ada lima jabatan eselon dua yang lowong. Tidak dipimpin pejabat definitif.
Lima posisi itu meliputi kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PMPTSP), kepala dinas kesehatan, kepala biro pengembangan infrastruktur wilayah dan pembiayaan pembangunan (PIWPP), kepala Bapperida serta staf ahli gubernur bidang ekonomi pembangunan.
Khusus kepala Bapperida sampai saat ini masih dirangkap Ni Made. Jabatan yang sebelumnya diemban sebelum Ni Made promosi sebagai Sekprov pada Selasa (16/9) lalu.
“Rencanananya, Senin (3/11) lusa akan ada pelantikan pejabat eselon dua. Ada kemungkinan kepala Bapperida juga ikut diisi,” ujar seorang sumber di kompleks Kepatihan, kemarin (31/10).
Beberapa sumber yang dikenal dekat dengan kalangan Baperjakat memberi tahu ada dua skenario.
Pertama, semua yang kosong diisi. Atau pelantikan hanya mengisi beberapa jabatan. Ada sejumlah posisi yang dibiarkan kosong. Di antaranya, kepala biro PIWPP, kepala dinas PMPTSP, dan staf ahli gubernur.
“Tradisi kepala dinas PMPTSP selalu diambil dari pejabat impor alias naturalisasi dari Kementerian Luar Negeri RI. Belum pernah dijabat pejabat asal pemprov,” cerita sumber itu.
Demikian pula kepala biro PIWPP dan staf ahli gubernur akan diisi pada tahun anggaran (TA) 2026 mendatang. Kansnya diisi pada awal tahun depan. Sedangkan salah satu calon yang disebut-sebut santer dilantik adalah dr Ahmad Akhadi Syamsu Dhuha MPH.
Akhadi sekarang menjadi Plt kepala dinas kesehatan. Mengisi posisi yang ditinggalkan Pembajun Setyaningastutie yang pensiun per 1 Oktober lalu. Jabatan sehari-hari Akhadi adalah direktur RSJ Grhasia.
Seiring dengan naiknya Akhadi itu, jabatan direktur RSJ Grhasia juga langsung diisi. Pelantikan bersamaan dengan Akhadi. Pengganti Akhadi disebut-sebut koleganya sesama dokter. Namanya dr Gregorius Anung Trihadi MPH.
Dia pernah menjadi direktur RS Paru-Paru Respira yang berkedudukan di Bantul. Kini Anung menjabat kepala bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan DIY.
Sedangkan kepala Bapperida yang akan menjadi pengganti Ni Made mengerucut pada beberapa calon. Rata-rata pernah menjadi kepala bidang di instansi tersebut.
Tiga nama itu adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Kurniawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIJ Hari Edi Tri Wahyu Nugroho serta Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIJ Danang Setiadi.
Kurniawan yang biasa disapa Wawan dan Danang pernah menjabat kepala bidang perencanaan Bappeda sebelum berganti menjadi Bapperida. Sedangkan Wahyu menjabat kepala bidang pemerintahan Bappeda.
Wawan belum merespons saat dihubungi. Sedangkan Danang dan Wahyu mengaku baru menerima undangan menghadiri pelantikan. “Hadir untuk mengikuti pelantikan,” cerita Danang. Senada, Wahyu mengaku undangan yang diterimanya datang ke pelantikan dengan memakai pakaian sipil lengkap (PSL) alias jas.
Mereka yang dilantik mengenakan busana Jawa gaya Ngayogyakarta. Kalau laki-laki memakai surjan, jarik, dan blangkon. Perempuan berkebaya, jarik, serta sanggul. “Undangan memakai PSL,” kata Wahyu.
Radar Jogja sempat membaca undangan pelantikan yang diteken Ni Made. Diteken dengan keterangan tanggal 31 Oktober 2025. Nomor B.400.14.1.1/468/BR.7. “Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama di Bangsal Kepatihan,” tulis Ni Made dalam undangan yang diberikan kepada 44 pejabat eselon dua/kepala OPD di lingkungan Pemprov DIY. Pelantikan dimulai pukul 10.00 dipimpin langsung Gubernur DIY Hamengku Buwono X.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Hary Setiawan membenarkan adanya agenda pelantikan tersebut. “Insya Allah mengisi yang kosong,” jelas mantan kepala Biro Hukum Setprov DIJ ini. (kus/laz)
Editor : Herpri Kartun