JOGJA - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke DIY pada Januari–Agustus 2025 tercatat menurun.
Bersamaan dengan itu, pertumbuhan ekonomi di Kota Jogja dan Kulon Progo juga melambat dibanding periode sebelumnya.
Kondisi tersebut diungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2025 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Kamis (30/10/2025).
Gubernur DIY Hamnegku Buwono (HB) X mengatakan, dari data yang ia terima, mulai Januari-September 2025 total kunjungan wisatawan DIY mencapai 3,5 juta orang.
Made menyebut, dalam pembahasan mengenai kepariwisataan DIY jumlah kunjungan wisman periode Januari-Aguistus tahun ini juga tercatat menurun 7,36 persen dibanding 2024 lalu dengan periode yang sama.
Tecrtat, kunjungan wisman pada 2024 periode tersebut mencapai 72.453 orang. Sementara, pada periode yang sama tahun ini jumlahnya hanya menyentuh 67.123 orang.
"Wisatawan mancanegara didominasi Malaysia, Italia dan Singapura," bebernya.
Baca Juga: Tega! Gegara Terlambat Pulang Ngaji, Seorang Ayah di Magelang Aniaya Anak Angkat Hingga Tubuh Memar-memar
Selanjutnya, dalam data kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), Kabupaten Sleman merupakan daerah paling banyak dikunjungi yakni sebanyak 1.124.761 kunjungan.
Kabupaten paling rendah jumlah kunjungan wisatawannya adalah Kulon Progo dengan total 168.123 kunjungan.
"Terbanyak kedua Kota Jogja 741.172 kunjungan, Bantul 538.806 dan Gunungkidul 428.232," jelasnya.
Baca Juga: Dampak Dugaan Keracunan MBG di Saptosari, Sekolah Diliburkan hingga Belasan Siswa Tak Masuk Sekolah
Terpisah, Walikota Jogja Hasto Wardoyo juga mengakui adanya perlambatan peningkatan perekonomian di wilayahnya yang diduga karena faktor efisiensi anggaran. Selain itu, kunjungan wisman juga turun di tahun ini.
"Turis asing naik turun-lah, dulu mencapai sekitar 400 ribu kunjungan, saat ini baru 300 ribuan," ujarnya.
Hasil Rakordal, muncul solusi untuk meningkatkan kunjungan wisman dengan menambah atraksi wisata. Kalender even yang betul-betul nendang bertaraf internasional perlu diadakan, supaya meningkatkan kunjungan dan lenght of stay.
"Gak usah banyak, 10 even aja yang nendang yang bener-bener terpilih," tambahnya. (oso/wia)