JOGJA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY menginstruksikan seluruh pengurus madrasah di DIY melakukan upaya pencegahan atau safety control dalam menerima program makan bergizi gratis (MBG).
Ini sebagai antisipasi menyusul kasus keracunan, salah satunya di MAN 3 Sleman sekolah di bawah naungannya.
Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej mengatakan, upaya prevensi atau safety control ini penting dilakukan karena 60 persen sekolah DIY yang berada di bawah payung Kemenag sudah menerima manfaat MBG.
"Safety control di masing-masing madrasah agar lebih diperketat, ya. Kami tidak hanya bicara tentang quality control, tetapi harus safety control dulu harus dilakukan," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon Senin (27/10/2025).
Selain itu, setiap madrasah juga sudah dibentuk tim untuk melakukan pengecekan MBG sebelum dibagikan ke siswa.
Tim itulah yang harus diperketat, termasuk memberikan literasi, edukasi kepada para siswa, agar lebih berhati-hati memastikan kelayakan MBG.
"Misalnya bau yang agak aneh, kemudian atau rasa yang agak aneh, segera kemudian dihentikan dan tidak perlu dimakan selanjutnya," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang ia terima, kejadian di MAN 3 Sleman itu tidak semua siswa yang mengalami sakit perut. Beberapa siswa ada yang sudah curiga makanannya sudah tidak layak.
"Baunya itu sudah agak aneh gitu, sehingga para siswa itu tidak ikut makan ya, yang tidak ikut makan ya akhirnya sakit perut begitu," ucapnya.
Ia mengimbau agar para siswa juga memperhatikan lebih awal tentang makanan yang disediakan.
Terdapat sekitar 668 madrasah yang sudah mendapatkan manfaat MBG. Para pengurus harus ikut mengecek makanannya dan lain-lain
"Sabtu (25/10/2025) kemarin kami langsung menyampaikan koordinasi dengan semua kepala Kemenag Kabupaten se-DIY, kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Madrasah untuk melakukan langkah lebih lanjut," jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Ahmad, sapaan akrabnya, berkoordinasi dengan Dinkes untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Kesepakatan pun diambil yakni menghentikan sementara distribusi MBG di SPPG yang menaungi MAN 3 Sleman dan beberapa sekolah sekitar.
"Oleh dinkes dilakukan evaluasi. Nggih. Mulai Senin ini, tidak diberikan dahulu MBG-nya," bebernya. (oso/wia)