Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengetan Dinten Wiyosan Dalem (peringatan hari kelahiran, Red) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, adipati yang sekarang bertakhta di Kadipaten Pakualaman.
Kegiatan budaya ini diselenggarakan secara resmi oleh Kadipaten Pakualaman bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY.
"Acara ini sudah berlangsung sejak masa keistimewaan. Ini upacara adat dalam rangka memperingati hari kelahiran KGPAA Paku Alam X dalam penanggalan Jawa," ujar Koordinator Kegiatan RM Donny Surya Megananda pada Sabtu (25/10/2025) malam.
Donny mengungkapkan, sebelum pementasan wayang kulit, penonton disuguhi penampilan istimewa dari dua kelompok seni alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni Kagama Sekar Gending dan Kagama Beksan Jogja.
Kagama Sekar Gending menghadirkan sajian karawitan klasik. Sedangkan Kagama Beksan menampilkan tarian tradisional Golek Asmarandana yang anggun dan penuh makna.
"Dua Kagama tersebut menawarkan diri untuk tampil. Kami merasa cocok dan kami masukkan ke dalam rangkaian acara," jelas Donny.
Seremonial acara dimulai pukul 20.00. Dilanjutkan pergelaran wayang berlangsun pukul 20.30. Pentas wayang selesai sekitar pukul 02.00 dini hari. Dalang muda Ki Dicky Yoga Mahendra baru menginjak usia 27 tahun.
Dia dipercaya membawakan lakon dalam acara istimewa tersebut. Ki Dicky mengaku kali kedua tampil dalam acara pengetan dinten wiyosan dalem KGPAA Paku Alam X.
"Pertama, tahun 2022 dulu di Kepatihan Pakualaman. Sekarang di Alun-Alun Sewandanan," tutur Dicky.
Dalam pementasan kali ini, Ki Dicky membawakan lakon Wahyu Widayat. Mengisahkan turunnya anugerah ilahi kepada Wrekudara. Namun pada akhirnya wahyu berpindah kepada Abimanyu, putra Arjuna dan Raden Ayu Sembadra.
"Garis besarnya bagaimana kita bisa menerima datangnya anugerah, lewat siapapun dan kepada siapapun anugerah itu datang," ujarnya.
Dicky menambahkan, pementasan kali ini tidak berlangsung semalam suntuk seperti biasanya. Meski persiapannya tidak lama, Dicky mengaku timnya sudah cukup solid.
Tim karawitan dan pesinden sudah sering ikut Dicky didukung 20 pengrawit dan tiga pesinden. "Jadi sudah tahu nanti adegannya seperti apa dan iringannya seperti apa," ungkapnya.(iza/kus)
Editor : Herpri Kartun