Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pergelaran Wayang Kulit Pengetan Dinten Wiyosan Dalem KGPAA Paku Alam X, Ceritakan Berpindahnya Wahyu dari Wrekudara ke Abimanyu

Fahmi Fahriza • Senin, 27 Oktober 2025 | 14:00 WIB

SAMBUTAN HANGAT MASYARAKAT: Pentas wayang peringatan hari kelahiran KGPAA Paku Alam X diadakan di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman. Acara menampilkan dalang ki Dicky Yoga Mahendra.
SAMBUTAN HANGAT MASYARAKAT: Pentas wayang peringatan hari kelahiran KGPAA Paku Alam X diadakan di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman. Acara menampilkan dalang ki Dicky Yoga Mahendra.
JOGJA - Pergelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Widayat digelar di Alun-Alun Sewandanan, Pakualaman. Pentas wayang itu mendapatkan sambutan hangat masyarakat. Menampilkan dalang muda Ki Dicky Yoga Mahendra.

Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengetan Dinten Wiyosan Dalem (peringatan hari kelahiran, Red) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, adipati yang sekarang bertakhta di Kadipaten Pakualaman.

 Kegiatan budaya ini diselenggarakan secara resmi oleh Kadipaten Pakualaman bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY.

"Acara ini sudah berlangsung sejak masa keistimewaan. Ini upacara adat dalam rangka memperingati hari kelahiran KGPAA Paku Alam X dalam penanggalan Jawa," ujar Koordinator Kegiatan RM Donny Surya Megananda pada Sabtu (25/10/2025) malam.

Donny mengungkapkan, sebelum pementasan wayang kulit, penonton disuguhi penampilan istimewa dari dua kelompok seni alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni Kagama Sekar Gending dan Kagama Beksan Jogja.

Kagama Sekar Gending menghadirkan sajian karawitan klasik. Sedangkan Kagama Beksan menampilkan tarian tradisional Golek Asmarandana yang anggun dan penuh makna.

"Dua Kagama tersebut  menawarkan diri untuk tampil. Kami merasa cocok dan kami masukkan ke dalam rangkaian acara," jelas Donny.

 Seremonial acara  dimulai  pukul 20.00. Dilanjutkan pergelaran wayang berlangsun pukul 20.30. Pentas wayang selesai sekitar pukul 02.00 dini hari. Dalang muda Ki Dicky Yoga Mahendra baru menginjak usia 27 tahun.

 Dia dipercaya membawakan lakon dalam acara istimewa tersebut. Ki Dicky mengaku kali kedua tampil dalam acara pengetan dinten wiyosan dalem KGPAA Paku Alam X.

"Pertama, tahun 2022 dulu di Kepatihan Pakualaman. Sekarang di Alun-Alun Sewandanan," tutur Dicky.

Dalam pementasan kali ini, Ki Dicky membawakan lakon Wahyu Widayat. Mengisahkan turunnya  anugerah ilahi kepada Wrekudara. Namun pada akhirnya wahyu berpindah kepada Abimanyu, putra Arjuna dan Raden Ayu Sembadra.

"Garis besarnya  bagaimana kita bisa menerima datangnya anugerah, lewat siapapun dan kepada siapapun anugerah itu datang," ujarnya.

Baca Juga: I League Gelar BRI Super League Goes To Campus: Kenalkan Sepak Bola, Buka Peluang Karier Generasi Muda

Dicky menambahkan, pementasan kali ini tidak berlangsung semalam suntuk seperti biasanya.  Meski persiapannya tidak lama, Dicky mengaku timnya sudah cukup solid.

Tim karawitan dan pesinden  sudah sering ikut Dicky didukung  20 pengrawit dan tiga pesinden. "Jadi sudah tahu nanti adegannya seperti apa dan iringannya seperti apa," ungkapnya.(iza/kus)

Editor : Herpri Kartun
#Kagama Beksan #Universitas Gadjah Mada (UGM) #dinas pariwisata #Ki Dicky Yoga Mahendra #universitas gadjah mada #Alun-alun Sewandanan #Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X #Dinas Pariwisata DIY #Dinas Pariwisata Jogja #Keistimewaan #Wrekudara #wayang kulit #wahyu widayat #KGPAA Paku Alam X #Pakualaman #Wiyosan Dalem #abimanyu #Jogja #Pengetan Dinten Wiyosan Dalem