JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai melakukan revitalisasi saluran air hujan (SAH) di Jalan Pof Dr Soepomo, Umbulharjo.
Ini menjadi salah satu titik rawan genangan air ketika turun hujan. Revitalisasi dilakukan dengan penggantian box culvert.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, dengan penggantian box culvert, SAH bisa memiliki kapasitas lebih besar menampung air hujan.
Proyek revitalisasi SAH tersebut menelan anggaran sebesar Rp 5,5 miliar sekaligus pengaspalan ulang.
Pengerjaannya ditarget bisa selesai pada 15 Desember 2025 mendatang.
“Pembangunan SAH Jalan Prof Dr Soepomo menjadi salah satu paket strategis pemkot,” ujar Umi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (28/9/2025).
Ketua Tim Kerja Peningkatan dan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja Herka Hanung Wijaya menambahkan, proyek revitalisasi SAH sepanjang 800 meter. Mulai dari Simpang Empat Babaran hingga SDN Glagah.
Sementara untuk pengaspalan Jalan Prof Dr Soepomo dimulai dari tembusan Jalan Veteran hingga tembusan Jalan Kusumanegara. Panjang proyeknya mencapai 800 meter.
Menurutnya, revitalisasi SAH maupun pengasapan jalan harus dilakukan tahun ini.
Sebab kondisi jalan sudah rusak. Sementara SAH sudah waktunya diperbesar dimensinya karena kapasitas saat ini cukup kecil.
Selama proyek revitalisasi SAH dan pengaspalan, lalu lintas di Jalan Prof Dr Soepomo tetap dibuka.
Namun hanya untuk sepeda motor dan diberlakukan skema bergantian karena proyek menutupi separuh jalan.
“Tidak ada permalasahan teknis maupun sosial, karena sudah ada sosialisasi dan pembicaraan dengan masyarakat sekitar,” sebut Herka. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita