Lewat program itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo berharap kader PKK bisa turut mensukseskan program pemerintah.
Hasto mengatakan, implementasi yang bisa diterapkan di Kota Jogja, salah satunya slogan mangan opo sing ditandur dan nandur opo sing dipangan.
Sebab lewat program itu bisa mendukung kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat.
"Saya akan mengadopsi program itu untuk mendukung program di Pemkot Jogja,” ujar Hasto di sela monitoring dan evaluasi Aku Hatinya PKK.
Selain mewujudkan ketahanan pangan, mantan Bupati Kulon Progo dua periode itu juga berharap, kader PKK di Kota Jogja bisa membantu kebersihan. Salah satunya penanganan sampah organik.
Hasto menyatakan, sampah organik memang masih menjadi permasalahan di Kota Jogja. Sebab produksinya mencapai 60 persen dari timbulan sampah harian yang mencapai 300 ton.
Mendukung hal itu, menurutnya, pemkot sudah menyiapkan unit pupuk organik pada tiap kelurahan.
Jika program tersebut terealisasi maka nantinya kader PKK bisa memanfaatkannya sebagai pupuk tanaman.
"Unit pupuk organik akan dimanfaatkan dalam integrated farming, untuk pupuk tomat dan terong yang dikembangkan PKK,” beber Hasto.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Evaluasi dan Monitoring Aku Hatinya PKK Tingkat DIY Theo Suprapto berharap, apa yang sudah dilakukan kader PKK bisa terus berlanjut.
Terkhusus dalam mengembangkan pertanian perkotaan.
Baca Juga: Gelombang Laut Sulit Diprediksi, Perhitungan Tradisional Meleset
Lantaran pertanian perkotaan bisa sedikit membantu kebutuhan pangan masyarakat untuk mengatasi stunting. Contohnya, menanam sayuran atau budi daya ayam dan ikan sebagai sumber protein.
"Harapannya setelah lomba programnya bisa berkelanjutan, sehingga tiap rumah bisa memiliki penghasilan dari lahan yang ada," jelas Theo. (*/inu/laz)
Editor : Herpri Kartun