Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 81 Persen APBD Kebumen 2026 dari Pusat, Bupati Sampaikan Langkah Kurangi Ketergantungan

Muhammad Hafied • Rabu, 17 September 2025 | 04:25 WIB

 

DPRD Kebumen
DPRD Kebumen

 

KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen belum sepenuhnya mandiri dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan kondisi anggaran daerah yang masih bergantung oleh dukungan pemerintah pusat.

Berdasar rancangan APBD tahun 2026, 81,29 persen dari total 3,14 triliun pendapatan daerah bersumber dari dana transfer pemerintah pusat.

Menanggapi hal itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, pemerintah daerah akan melakukan beragam cara untuk mengurangi ketergantungan anggaran dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Untidar Kirim Mahasiswa KKN ke Malaysia, Digandeng KBRI Kuala Lumpur Bantu Pendidikan Anak PMI Undocumented

Seperti upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai program. Selain itu, melakukan ekstensifikasi atau perluasan basis pajak sebagai sumber pendapatan.

Lalu, melakukan efisiensi pemungutan pajak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Kebumen. Dengan begitu komposisi pendapatan daerah yang masih tergantung pemerintah pusat seiring dapat berkurang.

"Hal ini menjadi perhatian utama yang harus segera diatasi," jelasnya, saat rapat paripurna DPRD Kebumen, Selasa (16/9) sore.

Baca Juga: Jogja Darurat Sampah, Kuota ke Piyungan Dikurangi, Wali Kota Jogja Akan Bagikan Ember ke Warga

Dalam rapat tanggapan pandangan fraksi atas Raperda APBD Tahun 2025 itu, Lilis membeberkan pemkab juga akan melakukan langkah konkret dan terukur untuk memperkuat kemandirian fiskal. Seperti memaksimalkan pengelolaan aset daerah serta mendoring perusahaan daerah agar lebih produktif sebagai sumber pendapatan.

Termasuk upaya perluasan pembiayaan kreatif seperti menggandeng investor dan pemberdayaan pelaku usaha mikro. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital untuk transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.

"Kami sampaikan pemkab terus berupaya meningkatkan kemamdirian fiskal," ucapnya.

Baca Juga: Skandal di Balik Seragam: Siapa Kompol Anggraini? Heboh Dugaan Perselingkuhan dengan Perwira Bintang Dua KM Viral di Media Sosial

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Golkar Demokrat Krismawati menegaskan, pentingnya komitmen pemerintah daerah atas persoalan pokok terkait ketergantungan dana transfer pemerintah pusat. Ia juga berharap pemanfaatan anggaran daerah dapat tepat sasaran sesuai skala prioritas pembangunan daerah.

"Harus menjadi refleksi. Strategi optimalisasi potensi lokal belum berjalan maksimal," bebernya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#bupati #Lilis Nuryani #dprd kebumen #rapat paripurna #Raperda #pandangan umum fraksi #APBD