Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pakai APBD Ribet, Hasto Gandeng Kalangan Pengusaha Tuntaskan RTLH

Zakki Mubarok • Jumat, 1 Agustus 2025 | 05:56 WIB

 

PEDULI WARGA KURANG MAMPU: Suasana penyerahan bantuan RTLH secara simbolis dari Pamella Swalayan kepada Pemkot Jogja, Kamis (31/7/2025).
PEDULI WARGA KURANG MAMPU: Suasana penyerahan bantuan RTLH secara simbolis dari Pamella Swalayan kepada Pemkot Jogja, Kamis (31/7/2025).
JOGJA – Pemkot Jogja mulai menggandeng kalangan pengusaha untuk membantu penyelesaian masalah rumah tidak layak huni (RTLH).

Sebab, jumlah RTLH yang harus tertangani dengan kemampuan APBD Kota Jogja tidak sebanding.

”Lewat upaya gotong royong seperti ini tentu cepat untuk penyelesaikan masalah RTLH,” jelas Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Kemantren Umbulharjo, Kamis (31/7/2025).

Ya, Pemkot Jogja menggandeng beberapa perusahaan untuk penyelesaian 1549 RTLH. Salah satunya Pamella Swalayan.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan ini membantu memperbaiki 10 unit RTLH. Dengan total bantuan senilai Rp 200 juta.

Bekas bupati Kulon Progo ini menyadari peran kalangan pengusaha sangat penting. Setidaknya untuk akselerasi penyelesaian RTLH.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk perbaikan RTLH dari APBD memang ada. Hanya, jumlahnya tidak begitu signifikan. 

”Kalau menggunakan anggaran pemerintah itu susah sekali keluarnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan Noor Liesnani Pamella berkomitmen untuk membantu program pengentasan kemiskinan.

Termasuk di antaranya perbaikan RTLH.

”Kami peduli terhadap isu kemiskinan dan pendidikan, sehingga akan bersedia membantu program-program seperti ini,” ujarnya.

 

Prayogi, salah satu penerima program mengatakan, program RTLH sangat membantu warga. Terutama warga yang berada di garis kemiskinan.

Karena itu, warga Kampung Ponggalan, Giwangan, Umbulharjo, ini merasa lebih nyaman tinggal di rumah pascaperbaikan.

”Dulu, atapnya bocor, kemudian kamar mandi dan temboknya juga sudah rusak,” katanya. (inu/zam) 

Editor : Herpri Kartun
#Noor Liesnani Pamella #garis kemiskinan #Ponggalan #Yogyakarta #hasto wardoyo #Kulon Progo #rtlh #Giwangan #Wali Kota Jogja #kemiskinan #Pamella Swalayan #APBD #Rumah tidak layak huni (RTLH) #Jogjakarta #Jogja