DINAS Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Pengolahan Ikan untuk Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umbulharjo II. Selain mengenalkan berbagai macam olahan ikan, acara tersebut bertujuan mendorong dapur SPPG menyerap bahan ikan dari nelayan dan pembudidaya lokal DIY.
"Banyak hal yang bisa dikolaborasikan. Tugas kami mengajak dan mendampingi pelaku usaha budidaya ikan, nelayan, dan kelompok masyarakat pesisir di DIY," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY R. Hery Sulistio Hermawan di sela pelatihan yang berlangsung di Sans Hotel Kumbang Jalan Nitikan Baru Umbulharjo, Jogja, kemarin (24/7).
Hery menyadari tingkat konsumsi ikan di DIY termasuk rendah. Rata-rata masyarakat DIY dalam setahun hanya mengonsumsi 36,63 kilogram per kapita. Dibandingkan rata-rata nasional terlampau jauh. Sebab, mencapai 56 kilogram per kapita per tahun.
"Kami ingin meningkatkan angka konsumi ikan lewat pelatihan seperti ini," tutur mantan wakil kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini.
Diakui, tantangan meningkatkan konsumsi ikan di DIY, salah satunya berhubungan dengan aspek kebiasaan. Masyarakat sudah biasa dan familiar mengonsumsi daging ayam. Bukan ikan. Membiasakan mengonsumsi ikan, lanjut Hery, bisa dilakukan dengan memperbanyak variasi olahan ikan dalam menu MBG. Ini perlu dilakukan karena pola distribusinya setiap hari.
Dalam pelatihan itu juga disiapkan berbagai macam variasi makanan dari bahan dasar olahan ikan. Di antaranya, seperti bakso, sosis, fillet dan lainnya. Peserta juga dilatih cara mengolah ikan dengan baik. Mulai dari pemisahan duri, tidak membuat ikan amis, dan mengolah ikan agar kandungan gizinya tetap terjaga.
"Variasi menu bertujuan mengantisipasi siswa agar tidak merasa bosan dengan olahan makanan ikan " ingatnya.
Hery berpandangan meningkatnya angka konsumsi ikan melalui dapur-dapur MBG, otomatis membantu perekonomian nelayan dan pembudidaya ikan lokal DIY. Apalagi jika 100 persen pengadaan bahan ikan diperoleh dari lokal DIY.
"Roda perekonomian bisa bergerak. Uang yang dikucurkan pemerintah pusat bisa membantu menyejahterakan industri dan nelayan lokal," harap dia.
Sampai sekarang ada 42 dapur SPPG yang beroperasi di DIY. Dari hitungan Hery, dalam sehari diperkirakaN anggaran produksi MBG sebanyak Rp 1,25 miliar. Uang yang dikucurkan dari pusat ke DIY bisa dimaksimalkan untuk menyejahterkan masyarakat lokal dengan mengambil bahan baku dari DIY. Bukan dari daerah lain.
"Bisa memanfaatkan dari nelayan Bantul atau Gunungkidul," ujar Hery.
Bicara soal bahan baku, satu dapur SPPG melayani antara 3 ribu hingga 4 ribu kelompok sasaran. Ini berarti setiap dapur SPPG Membutuhkan 400 kilogram ikan per hari, “Kebutuhannya banyak sehingga memerlukan persiapan bahan baku," terangnya.
Sejauh ini Dinas Kelautan dan Perikanan DIY telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan olahan ikan di tiga daerah. Kabupaten Kulonprogo dan Sleman, serta terakhir di Kota Jogja. Mulai tahun depan kegiatan tersebut digelar diadakan secara rutin.
Pelatihan terbagi menjadi dua sesi. Pemaparan materi oleh ahli dari Departemen Perikanan UGM. Dilanjutkan praktik pengolahan produk berbahan dasar ikan. Peserta pelatihan merupakan mitra SPPG Umbulharjo II yang menangani dapur produksi MBG.
Koordinator Dapur sebagai mitra SPPG Umbulharjo II Katarina Woro Maruti mengatakan, pelatihan tersebut bermanfaat bagi pengelola dapur MBG. Khususnya memperkaya wawasan guna menambah variasi olahan ikan di menu MBG. "Kami sudah memakai bahan pokok ikan yakni ikan gurameh. Baru satu macam yang kami olah menjadi fillet," terang Katarina.
Ke depan, dia akan terus melakukan inovasi. Menu disajikan untuk siswa SD, SMP dan SMA. Itu sebagai upaya agar olahan ikan bisa diminati tanpa rasa bosan. (oso/kus)
Editor : Herpri Kartun