KEBUMEN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kebumen menargetkan pada awal tahun 2026 layanan administrasi kependudukan (adminduk) dapat menjangkau seluruh desa di Kebumen.
Target ini menjadi komitmen pemerintah dalam mewujudkan pelayanan publik berbasis digital agar lebih mudah, cepat dan inklusif.
Kepala Disdukcapil Kebumen Jamal Darwanto mengatakan, infrastruktur pendukung untuk layanan adminduk di seluruh desa telah memadai. Pihaknya tinggal hanya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai motor penggerak layanan di tingkat desa.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Insta360 ONE X3 Cocok untuk Konten Kreator dan Petualang
"Awal tahun depan target sudah clear semua. Masyarakat itu tidak perlu ke kantor kami, cukup di desa," katanya, kepada Radar Jogja, Selasa (22/7).
Jamal menerangkan, berbagai strategi bakal dilakukan demi capaian target tersebut. Di antaranya melalui pelatihan intensif calon petugas pelayanan adminduk di tingkat desa. Selain itu akan dilakukan penguatan armada layanan keliling untuk mendukung kemudahan layanan.
Lalu, akan digencarkan program jemput bola yang menyasar kelompok rentan serta warga di wilayah terpencil. "Di anggaran perubahan ini kami intensifkan pelatihan petugas. Ibu bupati juga menghendaki ada transformasi digital di desa," urainya.
Di tingkat desa, kata Jamal, seluruh layanan adminduk akan dapat terlayani, kecuali pencetakan KTP dan KIA. Sebab kedua layanan tersebut butuh verifikasi berjenjang.
Selain itu blanko yang tersedia juga hanya ada di tingkat kecamatan dan kantor Disdukcapil. "Internet sekarang sudah masuk ke pelosok desa. Peralatan komputer dan printer sudah ada. Kami tinggal siapkan petugasnya saja," kata Jamal.
Dia menyebut, layanan adminduk telah terlayani 60 persen dari total 460 desa atau kelurahan di Kebumen. Selain layanan adminduk di desa, Disdukcapil juga terus menggencarkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat Kebumen.
Adapun saat ini jumlahnya telah mencapai 137 ribu pengguna. "Kami terus evaluasi setiap bulan. Capaiannya seperti apa," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kebumen Basir meminta agar pelayanan adminduk tidak hanya terfokus di wilayah kota, namun juga menjangkau sampai pelosok desa.
Dia juga mengingatkan pentingnya validasi serta akuntabilitas data adminduk sebagai dasar dokumen kependudukan nasional. "Layanan harus di optimalkan lagi. Kasihan orang pucuk gunung mengurus berkas harus ke kota. Butuh ongkos segala macam," tandasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo