GUNUNGKIDUL – Fenomena aparatur sipil Negara (ASN) selingkuh di Gunungkidul memprihatinkan. Setahun terakhir tercatat ada tiga kasus yang melibatkan ASN yang terkuak ke publik.
Terbaru, seorang pria berinisial MY (40) yang disebut-sebut ASN tenaga tata usaha di salah SMK di Wonosari tertangkap basah sedang berbuat asusial di ladang di Padukuhan Piyaman II, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Jumat malam (18/7). MY bersama perempuan berinisial M, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Kapanewon Playen.
Kepala Dusun Piyaman II, Rahmat Widianto mengatakan, sepeda motor, tisu, tikar, serta tiga bungkus kondom yang satu di antaranya sudah dalam kondisi terpakai ditemukan warga.
Kecurigaan muncul ketika warga mendapati gerak-gerik mencurigakan di ladang. “Saat didekati, satu orang sudah lari, satunya masih mengenakan pakaian,” terang Rahmat, Minggu (20/7).
Warga yang merasa wilayahnya tercoreng meminta keduanya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “Ini bukan hanya soal moral, tapi juga ketertiban lingkungan,” tegas Rahmat.
Setelah identitas keduanya dipastikan, proses mediasi digelar. Atas kesepakatan bersama, masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan tanpa membawa ke ranah hukum. “Keduanya dikembalikan ke keluarga masing-masing,” lanjut Rahmat.
Radar Jogja mencatat kasus asusila yang melibatkan ASN di Bumi Handayani bukan kali pertama. Pada 14 Agustus 2024 ASN berinisial SY selingkuh dan berhubungan seksual di losmen yang terletak di Kapanewon Tanjungsari.
Lebih parah, pada Februari 2025, dua ASN berinisial IM dan T, yang bertugas di Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Tenaga Kerja melakukan perbuatan tidak senonoh di kamar mandi kantor pemkab. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo