KEBUMEN - Proses pengadaan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2025 mulai menemui titik terang. Hal ini setelah adanya pengumuman hasil seleksi administrasi yang dikeluarkan Dinkes PPKB Kebumen.
Pengumuman tertuang dalam lampiran surat Dinkes PPKB Kebumen Nomor : 800/6161/2025. Surat tersebut dirilis melalui website resmi pada Jumat (4/7) pukul 19.21. Berdasar pengumuman 749 pelamar dinyatakan lolos tahap awal, yakni tahap administrasi.
Kendati demikian, dalam surat itu Dinkes PPKB kembali melakukan penyesuaian dari sisi formasi jabatan. Dinkes beralasan perubahan peta jabatan perlu dilakukan karena terbentur kebijakan efisiensi anggaran.
Di samping itu keputusan ini diambil berdasar analisis jabatan dan analisis beban kerja pegawai. “Sehubungan efisiensi anggaran serta penyesuaian peta jabatan, maka ada perubahan formasi” tulis Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono dalam surat.
Dalam surat tersebut pelamar dapat mengajukan perubahan jabatan atau unit penempatan sesuai formasi baru yang tersedia. Syaratnya kualifikasi pendidikan dan secara administrasi memenuhi ketentuan jabatan yang dilamar sebelumnya.
Adapun perubahan lowongan terdapat di semua formasi. Seperti tenaga medis, dari sebelumnya membuka delapan lowongan kini hanya tersisa empat. Tenaga paramedis yang direncanakan 75, sekarang menjadi 25 lowongan.
Lalu, formasi tenaga kesehatan semula 47, kini menyisakan 37 lowongan. Pun demikian tenaga nonkesehatan awalnya membuka 16 lowongan, sekarang berubah menjadi 14 lowongan.
Selain perubahan formasi, Dinkes PPKB juga telah menyusun perubahan jadwal seleksi. Agenda terdekat akan dilakukan tes kompetensi berbasis komputer pada 19-20 Juli 2025.
Kemudian tes wawancara pada 24-25 Juli 2025. Puncaknya tahapan pengumuman akhir dijadwalkan berlangsung 28 Juli 2025.
Salah satu pelamar yang enggan namanya disebut, mengaku dapat sedikit bernafas lega setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi pengadaan pegawai BLUD. Namun begitu, ia sedikit kecewa lantaran Dinkes PPKB terkesan tidak serius membuka lowongan pegawai.
Kekecewaanya memuncak karena dinas telah berulangkali merubah jadwal seleksi, bahkan mengurangi alokasi formasi jabatan.
“Kalau boleh menyimpulkan, saya pikir seleksi pegawai BLUD ini kurang matang. Tetap saya coba ikhtiar, supaya bisa lolos sampai akhir,” ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo