Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Kota Magelang Tiap Ketua RT Dapat Honorarium Rp 350 Ribu dan Ketua RW Rp 500 Ribu dari Pemkot, Kenapa?

Naila Nihayah • Rabu, 25 Juni 2025 | 14:20 WIB

Wali Kota Magelang didampingi wakilnya usai menyerahkan honorarium kepada ketua RT dan RW di Kelurahan Gelangan, Selasa (24/6).
Wali Kota Magelang didampingi wakilnya usai menyerahkan honorarium kepada ketua RT dan RW di Kelurahan Gelangan, Selasa (24/6).




MAGELANG – Pemkot Magelang menyalurkan honorarium triwulan kedua kepada 1.222 Ketua RT dan RW dari 17 kelurahan di wilayahnya. Penyerahan honorarium ini tidak sekadar menjadi wujud insentif rutin, tapi juga bagian dari strategi memperkuat akar pemerintahan.

Setiap ketua RT menerima Rp 350 ribu per bulan dengan total 1.030 RT. Sedangkan ketua RW mendapat Rp 500 ribu per bulan dengan jumlah 192 RW. Dana tersebut disalurkan setiap tiga bulan sekali melalui program pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi sosial dan kerja sunyi para ketua RT dan RW. Dia menilai, ketua RT dan RW selama ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tingkat paling bawah.

Baca Juga: Kemarau Basah BPBD Kulon Progo Tetap Siapkan Dropping Air Bersih. Terutama untuk Wilayah di Perbukitan Menoreh

Lebih dari itu, menurutnya, ketua RT dan RW adalah etalase pemerintahan. Tanpa RT dan RW, tidak akan ada tatanan sosial yang berjalan rapi. "Maka dari itu, saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya mengabdi untuk warga. Tidak semua orang mampu dan mau menjalani tugas pengabdian ini," ujar Damar di Kelurahan Gelangan, Selasa (24/6).

Lebih dari sekadar insentif, Damar menegaskan, ketua RT dan RW memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, akurat, dan berpihak pada masyarakat. Satu peran vital yang kini ditekankan adalah pendataan kondisi warga secara riil di lingkungan masing-masing.

Sebab, pemkot membutuhkan data yang jujur dan valid agar kebijakan bisa tepat sasaran. Tidak boleh ada manipulasi. "Karena bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan pelayanan publik sangat bergantung pada data itu. RT dan RW adalah garda terdepan," tegasnya.

Baca Juga: Suharyanto Ditunjuk Jadi Direktur PT Lukulo Farma, Diminta Beri Kontribusi pada Sektor Pembangunan

Dia menambahkan, dalam masa kepemimpinannya, Pemkot Magelang berkomitmen menjalankan pola pembangunan bottom-up. Itu berarti, aspirasi dan dinamika warga dari tingkat bawah akan diakomodasi dan dijadikan rujukan kebijakan.

Damar pun mengajak para ketua RT dan RW untuk menjadikan Kota Magelang sebagai rumah bersama yang dijaga dan dibangun dengan semangat gotong royong. "Integritas dan ketulusan panjenengan semua adalah fondasi yang menentukan wajah pemerintahan kita ke depan," katanya.

Baca Juga: Punya KIA, Anak-Anak dari 19 Kabupaten dan Kota di Jateng Diberi Diskon Wisata di Taman Kyai Langgeng

Camat Magelang Tengah Praditya Dedy Heryanto menyampaikan, keterlibatan RT dan RW sangat menentukan stabilitas wilayah. Di tingkat kelurahan, sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat juga terus dikuatkan. Terutama dalam konteks ketertiban, keamanan, dan penguatan sosial.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak bisa dipisahkan dari peran RT dan RW. Terutama dalam menghadapi dinamika sosial di lapangan. "Di Kelurahan Gelangan, misalnya, sebanyak 10 RW dan 65 RT menerima honorarium untuk bulan April hingga Juni," jelasnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#ketua rt #Magelang #dAMAR PRASETYONO #Honorarium #rw #pemkot #triwulan