Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekosistem Rusak karena Masifnya Penangkapan, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Galang Kolaborasi: Upayakan Konservasi Perikanan Lokal

Kusno S Utomo • Jumat, 13 Juni 2025 | 14:30 WIB
LIBATKAN MASYARAKAT: Peserta sosialisasi konservasi perikanan lokal foto bersama usai acara yang berlangsung Kamis (12/6/2025).
LIBATKAN MASYARAKAT: Peserta sosialisasi konservasi perikanan lokal foto bersama usai acara yang berlangsung Kamis (12/6/2025).

JOGJA - Dinas Kelautan dan Perikanan DIY terus berupaya melakukan
konservasi perikanan lokal.

Upaya tersebut di antaranya, diwujudkan melalui kolaborasi bersama masyarakat dan perguruan tinggi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan, ingin lebih mengintensifkan pengelolaan sumber daya perikanan.

Khususnya dalam upaya konservasi perikanan lokal yang saat ini terancam karena masifnya penangkapan dan rusaknya ekosistem.

“Misalnya, seperti jenis ikan wader pari,” ujar Hery saat menggelar
diskusi dan sosialisasi konservasi perikanan lokal di kantornya di kawasan
Sagan, Yogyakarta, Kamis (12/6/2025).

Diceritakan, selama ini pola konservasi yang sudah berjalan dengan membudidayakan ikan-ikan lokal di perairan yang sudah dikelola instansinya.

Hasil budidaya kemudian disebar pada perairan umum agar bisa berkembang
biak. “Jadi ikan endemik di wilayah tersebut,” terang Hery.

Ditambahkan, instansi yang dipimpinnya secara aktif melibatkan masyarakat sekitar sebagai pengawas.

Mereka juga pengelola perairan yang menjadi sasaran konservasi. Melalui forum tersebut, sekali lagi Hery mengajak kemitraan bersama perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk merumuskan metode yang lebih tepat dan cepat.

“Artinya perbaikan ekosistem menjadi hal yang utama. Kemudian pola rantai makanan itu juga harus diperhatikan,” tambah mantan wakil kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi
Universitas Gadjah Mada Bambang Retnoaji mengungkapkan, ketersediaan
benih ikan menjadi kunci utama konservasi yang berkelanjutan.

Budidaya ikan- ikan lokal dari alam harus dilakukan agar hasilnya bisa kembali dilepasliarkan. Selain itu, pelestarian lingkungan menjadi instrumen penting agar ikan-ikan lokal bisa hidup dan tumbuh.

Terkait itu, Bambang meminta dilakukan investigasi dan penelitian tentang kondisi lingkungan saat ini. Tidak kalah penting, faktor ekonomi sosial masyarakat juga perlu
menjadi perhatian.

Misalnya, lebih menggencarkan sosialisasi tentang larangan menangkap ikan dengan peralatan seperti racun dan setrum yang dapat merusak alam.

“Tiga faktor ini didukung oleh peraturan ataupun kebijakan dari pemerintah agar bisa disinergikan,” tegasnya.

Di tempat sama, Ibnu Budiman dari LSM Global Alliance for Improved Nutrition mendukung upaya konservasi yang dijalin pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Namun yang menjadi tantangan, bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam konservasi.

Dia menilai, pendekatan kearifan lokal bisa menjadi metode yang tepat untuk mendukung konservasi perikanan lokal.

Apalagi juga sudah ada kelompok masyarakat pengawas (pokmawas) yang dibentuk Dinas Kelautan dan Perikanan DIY di kawasan konservasi.

“Saat ini kami sedang usahakan agar pengawasan dari pokmaswas dalam
menjaga kawasan konservasi bisa efektif. Karena ada masa ikan untuk
berkembang,” beber Ibnu. (inu/kus)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#konservasi perikanan lokal #ekosistem rusak #Dinas Kelautan dan Perikanan DIY #masif penangkapan