MAGELANG - Pemkot Magelang menunjukkan komitmennya untuk memberikan perhatian penuh kepada kelompok rentan. Seperti penyandang disabilitas maupun lanjut usia (lansia). Guna mewujudkan inklusifitas di Kota Magelang dan menciptakan disabilitas yang tangguh dan mandiri melalui sejumpah upaya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, ada sejumlah program yang diluncurkan untuk mendukung komitmen tersebut. Pertama, program Berdikarikan Disabilitas. Program tersebut memungkinkan untuk membuka peluang kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.
Dia menyebut, pemkot melakukan pendataan terhadap penyandang disabilitas usia kerja untuk memastikan program-program yang diluncurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Langkah-langkah itu merupakan bagian dari upaya pemkot untuk mewujudkan pembangunan yang merata, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Damar berharap, dengan adanya program ini, akan tercipta kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi. "Dengan semangat kebersamaan, kami yakin bahwa Kota Magelang dapat menjadi kota yang lebih inklusif dan berkeadilan," katanya.
Selain itu, pemkot juga meluncurkan dua layanan inovatif pada Minggu (25/5), yakni Wellness and Sport Center serta Kirim Obat untuk lansia dan penyandang disabilitas. Layanan tersebut juga menjadi bagian dari 100 hari kerja wali kota dan wakil wali Kota Magelang.
Dia menuturkan, layanan Wellness and Sport Center merupakan langkah baru pemkot untuk menghadirkan fasilitas kesehatan modern. "Terutama dalam mengintergrasikan layanan medis klinis dengan pendekatan gaya hidup sehat," lontarnya.
Damar menegaskan, pemkot akan terus bergerak maju menghadirkan kota yang lebih sehat, lebih hebat, dan lebih bermartabat. Hal itu selaras dengan visi besar Kota Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa yang harmonis, humanis, nyaman, dan berkelanjutan.
"Layanan ini bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas modern berbasis gaya hidup sehat dan layanan medis terintegrasi," sambung dia. (aya)
Editor : Heru Pratomo