Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nadiem Makarim Tidak Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Siapa Penggantinya?

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 18 Oktober 2024 | 16:15 WIB
Nadiem Makarim saat berpidato.
Nadiem Makarim saat berpidato.

RADAR JOGJA - Kabinet baru yang akan dibentuk oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka memunculkan kejutan besar.

Salah satu yang paling mencolok adalah tidak masuknya Nadiem Makarim dalam jajaran menteri.

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu sebelumnya dikenal sebagai tokoh muda yang membawa sejumlah perubahan signifikan dalam sektor pendidikan Indonesia.

Namun, namanya kini tak lagi tercantum dalam daftar kabinet yang diumumkan.

Kehadiran Nadiem di dunia pemerintahan sejak 2019 telah menciptakan sejumlah gebrakan.

Program Merdeka Belajar dan digitalisasi sekolah menjadi ciri khas dari kepemimpinannya, yang mendapat pujian sekaligus kritik dari berbagai pihak.

Di bawah kepemimpinannya, dunia pendidikan Indonesia mengalami transformasi menuju era digital dengan berbagai terobosan, seperti pembelajaran berbasis proyek dan penghapusan ujian nasional.

Inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Namun, terlepas dari berbagai inovasi yang ia lakukan, tidak terpilihnya Nadiem dalam kabinet Prabowo-Gibran menimbulkan pertanyaan besar.

Siapakah yang akan melanjutkan tongkat estafet untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia?

Dan apakah sosok pengganti tersebut mampu memenuhi ekspektasi publik serta melanjutkan program-program yang sudah dirintis?

Situasi ini memicu spekulasi dan diskusi hangat mengenai siapa yang dianggap layak untuk menggantikan posisinya.

Seiring dengan pengumuman tersebut, sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai kandidat pengganti yang potensial.

Di antaranya adalah Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar, Ace Hasan Syadzily, dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria.

Keduanya dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk mengemban tugas berat ini.

Ace Hasan Syadzily


Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily dikenal memiliki latar belakang politik yang kuat dan pemahaman mendalam tentang isu-isu pendidikan dan kebijakan publik.

Dia telah aktif dalam berbagai pembahasan terkait reformasi pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jika terpilih, Ace diharapkan dapat menjalin sinergi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam hal implementasi kebijakan pendidikan.

Ace juga diyakini memiliki kemampuan untuk memperkuat program-program yang sudah berjalan, seperti Merdeka Belajar, sekaligus menghadirkan kebijakan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

Keterlibatannya dalam partai besar seperti Golkar juga dianggap sebagai kelebihan dalam mendukung stabilitas politik dan dukungan legislatif bagi program pendidikan pemerintah.

Arif Satria


Nama lain yang mencuat adalah Arif Satria, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).

Arif memiliki latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman dalam memimpin salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia.

Selama memimpin IPB, ia telah mendorong berbagai inovasi di bidang pendidikan, termasuk penguatan riset dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri dan teknologi.

Arif dinilai memiliki visi yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berbasis pada riset dan teknologi.

Pengalaman akademisnya bisa menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan pendidikan di Indonesia, termasuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri, serta memastikan kualitas pendidikan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Respons Publik dan Pengamat


Dengan adanya dua nama yang beredar tersebut, berbagai kalangan memberikan tanggapan.

Beberapa pengamat menyebutkan bahwa baik Ace maupun Arif memiliki peluang yang seimbang untuk dipilih, tergantung pada prioritas kebijakan yang ingin dicapai oleh Prabowo-Gibran.

Jika fokusnya lebih kepada integrasi kebijakan dan dukungan politik, Ace Hasan bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Namun, jika mengutamakan inovasi dalam pendidikan tinggi dan pengembangan riset, Arif Satria dianggap sebagai kandidat yang lebih ideal.

Sementara itu, publik masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden terpilih Prabowo dan Wakil Presiden Gibran mengenai siapa yang akan mengisi posisi Menteri Pendidikan.

Keputusan ini diharapkan dapat memberikan arah baru yang jelas dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, sekaligus melanjutkan program-program positif yang telah dirintis oleh Nadiem Makarim. (Febina Br Bukit)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pengganti #daftar kabinet #Pendidikan Indonesia #nadiem makarim #Nadiem Makarim Tidak Masuk Kabinet Prabowo #mendikbudristek #Prabowo Subianto #Presiden terpilih 2024