Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengikuti Kiprah Sekda Kota Jogja Aman Yuriadijaya, Pasty adalah Salah Satu Buah Pemikirannya

Annissa Alfi Karin • Rabu, 23 Agustus 2023 | 03:11 WIB
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya

RADAR JOGJA – Kesuksesan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melayani warganya, hingga meraih berbagai penghargaan berkat kerja sama semua kalangan. Tapi untuk menggerakkan ribuan pegawai pemkot butuh kepemimpinan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya sebagai orang nomor satu di birokrasi pemkot, bersama kepala daerah yang menggerakkannya. 

 

Contohnya seperti saat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup sejak 23 Juli lalu. Jauh sebelumnya Pemkot Jogja sudah menginisiasi warga Kota Jogja untuk melakukan perubahan perilaku. Dengan gerakan zero sampah anorganik (GZSA). Memaksimalkan bank sampah. Dimulai tepat pada 1 Januari 2023 lalu, sebagai antisipasi ketergantungan pada TPST Piyungan. "Hampir semua RW di Kota Jogja sudah ada bank sampah," katanya saat berbincang dengan Radar Jogja di ruangannya Selasa (22/8). 

Tak cukup hanya sampah anorganik. Tak hanya diminta untuk mengelola sampah anorganik, bank sampah juga diharapkan bisa menjadi agen gerakan Mengolah Sampah dan Limbah dengan Biopori Ala Jogja (Mbah Dirjo). Gerakan yang diluncurkan oleh Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo. Kini, Kota Jogja setidaknya punya 16 ribu biopori sebagai solusi penanganan sampah organik. “Fakta menunjukkan di ujung semester pertama itu sampah kita sudah turun 30 persen," tuturnya.

 

Dia menghitung, semula sampah yang dibuang Kota Jogja ke TPST Piyungan di ujung 2022 masih 300 ton, di ujung semester pertama 2023 sudah tinggal 200-an ton. Hal itu, kata dia, menunjukkan, Kota Jogja sudah dalam posisi yang benar untuk menjalankan pengelolaan di hulu. Menurut dia, hal itu bukan soal teknologi, anggaran, tapi ini soal perubahan perilaku masyarakat. "Jadi, secara fantastis dalam tempo kurang dari setahun perubahan perilaku sosial masyarakat itu sudah mampu menurunkan sampah menjadi 150 ton sehari,” ungkapnya. 

 

Aman yang setelah melalui proses lelang jabatan untuk menjadi sekda pada 2019 lalu tak hanya diuji terkait pengolahan sampah. Belum genap satu tahun menjabat sebagai Sekda Kota Jogja, Aman bersama wali kota dan wakil wali kota saat itu harus mampu menggerakkan birokrasi di pemkot untuk menangani persoalan pandemi Covid-19 . Tak hanya bicara soal penanganan kesehatan, Aman juga berupaya menyelesaikan masalah pandemi dengan politik anggaran. Di antaranya dengan cara melakukan refocusing dan realokasi anggaran. Beberapa pos diubah supaya sebagian besar mengarah pada sektor kesehatan. "Alhamdulillah proses itu berjalan dengan baik tanpa aral melintang," kenangnya. 

 

Sepengetahuannya, banyak daerah yang mengalami kesulitan untuk menangani pandemi Covid-19, tetapi Pemkot Jogja bisa melewati situasi itu dengan baik. 'Bahkan kami di tingkat nasional termasuk daerah nomor empat yang dinilai baik dalam konsep realokasi dan refocusing anggaran versi Kementerian Keuangan saat itu,” tambahnya.

Selain menangani persoalan pandemi Covid-19, berbagai intrik lainnya juga turut dia hadapai. Dua tahun berselang tepatnya pada Juni 2022, mantan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jogja Nurwidihartana ditangkap KPK lantaran kasus suap. Aman pun terus mengondisikan situasi baik secara internal maupun eksternal. 

 

Dia beberapa kali menyambangi langsung OPD di lingkungan Kota Jogja. Tujuannya, untuk memberikan motivasi dan memastikan OPD tetap bekerja sesuai koridor. Selain itu, Aman juga turun langsung ke akar rumput. Upaya ini dilakukan untuk menunjukkan kondisi pelayanan Penkot Jogja yang tetap berjalan normal, meski diterpa berita yang mencoreng nama baik Kota Jogja.

 

“Saya selaku Manajer Eksekutif, selaku seniornya ASN memastikan bahwa apapun yang terjadi dengan beliau (Haryadi Suyuti) kita pastikan tidak mempengaruhi berjalannya pelayanan dan program kegiatan di Pemkot Jogja," ungkapnya. "Kita tidak boleh terpengaruh di situasi itu, tetapi bagaimana kemudian secara moral dan psikologis kita menguatkan diri untuk tetap menjalankan fungsi pokok kita dalam aspek pelayanan program dan kegiatan kepada masyarakat."

Jauh sebelum diberi amanah untuk menjadi sekda, Alumni Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro ini memulai kiprahnya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 1992. Aman berangkat dari instansi pertamanya yang dia rasa tak terlalu strategis, yakni di Dinas Peternakan. Langkah pertama Aman dimulai dari posisi Kasubid Pembibitan hingga Kasubid Perizinan Peternakan. Lalu, Herry Zudianto yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Jogja memindahkan Aman untuk bertugas ke Dinas Pertanian. "Pertanian perkotaan bukan lagi tanaman produksi, tapi bicara rekreatif hobbies dan pengolahan bahan pertanian dan peternakan," jelasnya. 

 

Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) yang berlokasi di Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, merupakan salah satu buah pikirannya selama mengabdikan diri di Dinas Peternakan Kota Jogja.“Saya menemukan apa yang dinamakan Pusat Informasi dan Promosi Agribisnis (PIPA) di Dongkelan yang sekarang adalah Pasty. Pasty itu tadinya kebun, bibit. Sebagian kita rubah menjadi PIPA yang bicara komunitas rekreasi hobbies, tanaman hias, ikan hias, dan pet animal,” jelas Aman.

 

Melangkah dari Dinas Pertanian, Aman melanjutkan karirnya sebagai birokrat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja. Dimulai dari posisi Kepala Bagian Ekonomi hingga Aman berhasil diangkat menjadi Kepala Bappeda Kota Jogja pada periode 2009-2012. Saat itu, Wali Kota Jogja yang dijabat oleh Haryadi Suyuti menunjuk Aman untuk mengemban tugas baru sebagai Asisten Sekda bidang Ekonomi Pembangunan. Hingga akhirnya menjadi Sekda Kota Jogja pada 2 Oktober 2019. (isa/pra) 

 

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #sekda #birokrat #Aman #Pemkot Jogja