Kita ketahui budidaya sayuran sangat diminati oleh kalangan ibu-ibu guna mendukung pangan lestari agar tercipta keluarga yang sehat dan kecukupan gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo concern menekuni pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran organik dengan menggunakan Tong Vertikultur bekerja sama dengan Ibu-ibu Dasawisma Desa Tepus Kulon, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengenalkan Tong Vertikultur untk menciptakan ketersediaan pangan. Tong Vertikultur merupakan Tong modifikasi yang disusun secara vertikultur sebagai media tanam. Menurut Ifada (2019) Vertikultur adalah teknik bercocok tanam diruang/lahan sempit yang memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat. Sedangkan Tong Vertikultur adalah Tong yang disusun secara tegak lurus yang dimanfaatkan sebagai media tanam. Pemilihan Tong sebagai media tanam karena terbilang praktis, mudah penataannya, serta memiliki nilai estetik penghias pekarangan.
Tata Cara Pembuatan Tong
Cara pembuatan Tong Vertikultur yakni sebagai berikut ;
- Pertama adalah menyiapkan Tong yang berukuran sesuai dengan kapasitas tanaman, kita pilih yang besar,
- Setelah itu kita melobangi samping Tong dengan Bor atau alat lainnya, antara lobang satu dan yang lainnya kita beri jarak agar memberi ruang perakaran bagi tanaman,
- Beri wadah dibagian tengah sebagai tempat untuk meletakkan sisa-sisa limbah dapur sebagai kompos,
- Bagian bawah diberi pipa ukuran sedang untuk mengeluarkan tanah yang sudah terurai yang dapat dipergunakan sebagai kompos organik, dan
- Samping kanan-kiri dikasih pipa berukuran kecil untuk mengeluaran air yang berlebih.
Cara Kerja Tong Vertikultur
Setelah Tong Vertikultur sudah tersedia, kemudian kita menyiapkan bibit sayur seperti selada, bayam, kangkung, caisim, bawang merah, daun bawang dll, yang memiliki perakaran pendek agar mudah dipanen. Setelah bibit berumur 2 minggu maka dari penyemaian kita pindah tanam pada Tong Vertikultur. Hal ini mengurangi kerusakan pada akar sehingga tanaman tetap utuh saat pindah tanam. Tong yang sudah tersedia kita beri tanah sebagai media tanam. Pada wadah bagian tengah kita beri tanah yang sudah bercampur dengan kompos atau sisa limbah dapur. Berikutnya, kita kasih air secukupnya. Pada bagian lobang tanam kita tanami dengan sayur seperti tomat, cabai, kangkung, daun bawang, bawang merah, selada, caisim, dll. Hal tersebut memudahkan ibu-ibu utk mengelola tanaman sayurnya.
Selain itu menurut BPTP Sulbar (2021) bahwa kelebihan sistem pertanian vertikultur yakni (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan pada wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat dapat dilakukan pada ruangan maupun luar ruangan. Sistem budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas.
Budidaya sayuran dengan Tong Vertikultur merupakan budidaya praktis yang menyenangkan bagi para ibu-ibu karena memiliki aspek keindahan sebagai penghias pekarangan. Selain itu menciptakan pangan lestari untuk menyediakan sayur sehat dan bergizi sebagai konsumsi keluarga. (*/Dwi) Editor : Editor News