Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Eksistensi Pelaku Kewirausahaan Pengrajin Bambu Ditengah Pandemi

Editor News • Rabu, 29 September 2021 | 03:02 WIB
BENAR: Dampak pandemi ini terhadap perekonomian masyarakat benar-benar memprihatinkan. Salah satu kelompok yang paling berdampak adalah mereka yang di bidang usaha menengah-kecil (UMK) dan usaha menengah-besar (UMB). (DOKUMENTASI DEFI ANJARRINI)
BENAR: Dampak pandemi ini terhadap perekonomian masyarakat benar-benar memprihatinkan. Salah satu kelompok yang paling berdampak adalah mereka yang di bidang usaha menengah-kecil (UMK) dan usaha menengah-besar (UMB). (DOKUMENTASI DEFI ANJARRINI)
RADAR JOGJA- Wabah Covid-19 membuat ekonomi sejumlah negara mengalami tekanan, termasuk Indonesia terlihat banyaknya sektor usaha yang terpaksa menurunkan pekerjannya.

Dampak pandemi ini terhadap perekonomian masyarakat benar-benar memprihatinkan. Salah satu kelompok yang paling berdampak adalah mereka yang di bidang usaha menengah-kecil (UMK) dan usaha menengah-besar (UMB).

Salah satu pelaku UMKM di Bantul, Tugimin mengatakan “ Adanya kebijakan PPKM membuat  jual beli kerajinan bambu mengalami penurunan yang sangat singnifikan. Proses jual beli terhambat, omset penjualan menurun karena berkurangnya minat pasar.” Katanya.

UMK  adalah salah satu sektor yang paling terdampak, dimana para pelaku usaha mikro kehilangan penghasilan sedangkan mereka tetap harus bertahan disituasi pandemi yang tidak dapat diprediksi. UMK harus terus didorong agar bisa berjalan menjadi penggerak ekonomi negara.

Pemerintah harus berupaya untuk menjaga daya tahan UMKM dan mendorong melalui berbagai instrumen fiskal agar UMKM bangkit kembali seusai pandemi Covid-19 karena jika UMKM menunjukkan geliat aktivitasnya, maka ekonomi nasional akan bangkit. (*/sky) Editor : Editor News
#umb #wirausaha