RADAR JOGJA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pertanian dan pendidikan karakter dengan menggelar kegiatan tanam padi bersama anak-anak yang diakhiri dengan permainan perang lumpur.
Kegiatan ini berlangsung di Lembur Pakuan, Subang, yang dikenal sebagai pusat inovasi pertanian organik di bawah binaan Dedi Mulyadi.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak langsung ke sawah untuk menanam padi secara organik, tanpa menggunakan bahan kimia.
Setelah proses penanaman, mereka menikmati permainan perang lumpur, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendalam.
"Ini sudah tradisi saya sejak dulu, sejak kecil sampai sekarang ikut tanam padi di sawah bersama para warga Lembur Pakuan. Jangan selalu mengeluh beras mahal, tanam padi itu begini susahnya," ujar Dedi Mulyadi.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada proses pertanian, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai kerja keras, kebersamaan, dan cinta terhadap alam.
Dedi Mulyadi percaya bahwa pengalaman langsung seperti ini dapat membentuk karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pertanian.
Lembur Pakuan sendiri telah lama menjadi laboratorium pertanian modern yang menggabungkan teknologi dengan kearifan lokal.
Di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, kawasan ini mengembangkan pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Ke depan, saya ingin generasi muda melihat bahwa pertanian dan perikanan bukan hanya profesi mulia, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan," jelas Dedi Mulyadi.
Dengan kegiatan seperti ini, Dedi Mulyadi berharap dapat membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pertanian dan menjaga kelestarian alam.
Ia juga berencana untuk mengembangkan kurikulum berbasis kultur sesuai dengan wilayah anak-anak tinggal, agar pendidikan lebih relevan dan kontekstual.
Kegiatan tanam padi dan perang lumpur ini menjadi contoh nyata bagaimana edukasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
Melalui pendekatan ini, Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan cinta terhadap pertanian dapat ditanamkan sejak usia dini.
Yakni dengan membentuk generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva