Diselimuti Asap Karhutla, IKN Tampak Bak Kota Hantu

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:25 WIB
Kondisi IKN
Kondisi IKN

Pemandangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadirkan suasana bak kota hantu dalam film. Gedung-gedung tinggi yang menjadi simbol pembangunan ibu kota baru tampak samar di balik kepulan asap, sementara langit kelabu membuat kawasan tersebut terlihat suram.

Kondisi ini menjadi gambaran kontras di tengah ambisi menjadikan IKN sebagai kota masa depan Indonesia. Di balik pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung modern, ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius.

Pada September 2026, Otorita IKN melaporkan penanganan karhutla di sejumlah titik, termasuk Bukit Tengkorak dan kawasan Tol Balikpapan-Samarinda. Upaya pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak meluas dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Meski tidak seluruh wilayah IKN terdampak kebakaran secara langsung, asap dari titik api dapat menyebar mengikuti arah dan kecepatan angin. Akibatnya, kawasan yang relatif jauh dari lokasi kebakaran tetap berpotensi mengalami penurunan kualitas udara.

Baca Juga: Ruang Cerita Terbatas, Anak Muda Gunungkidul Berisiko Tak Punya Tempat Mengadu

Sebaran asap karhutla di Kalimantan juga dapat melintasi batas wilayah administratif. Kondisi ini membuat dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di sekitar titik api, tetapi juga berpotensi menjangkau permukiman dan kawasan lain yang berada di jalur pergerakan asap.

Dampak paling mengkhawatirkan adalah risiko terhadap kesehatan masyarakat. Paparan asap karhutla dapat memicu iritasi mata, batuk, dan gangguan pernapasan. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap dampak tersebut.

Selain mengganggu kesehatan, kebakaran hutan dan lahan juga mengancam kelestarian ekosistem. Vegetasi yang terbakar, habitat satwa yang rusak, serta emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer menjadi konsekuensi yang dapat memperburuk kondisi lingkungan dalam jangka panjang.

Situasi IKN yang diselimuti asap sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan kota masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kemegahan bangunan dan kelengkapan infrastruktur. Perlindungan kawasan hutan, pengelolaan lahan berkelanjutan, serta pencegahan kebakaran harus menjadi bagian penting dari perencanaan kota.

Penguatan upaya pencegahan dan penanganan karhutla diperlukan untuk menekan risiko kejadian serupa. Pemantauan titik panas, kesiapsiagaan petugas, penegakan aturan terkait pembakaran lahan, dan koordinasi antarlembaga menjadi langkah penting untuk mencegah api meluas.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari berdirinya gedung-gedung megah atau tersedianya infrastruktur modern. Kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan juga menjadi tolok ukur penting untuk mewujudkan ibu kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Editor : Bahana.
Kabut asap IKN kebakaran hutan karhutla lingkungan