RADAR JOGJA - Seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali dilaporkan tumbang dan harus dirawat setelah bekerja keras melayani pembeli BBM selama berhari-hari akibat antrean panjang.
Dalam video yang dibagikan akun x @independentjawa pada (16/10/2026) tampak seorang petugas SPBU mengalami kelelahan dan mendapatkan penanganan medis di dalam ambulans.
Perempuan asal Karangasem yang tinggal di kawasan Panjer, Denpasar, itu harus bekerja ekstra untuk melayani masyarakat yang mengantre BBM.
Baca Juga: Susi Pudjiastuti Minta Prabowo dan Jajarannya Hentikan Penyelundupan Lobster di Pangandaran
Di tengah padatnya pekerjaan, Ayu juga harus meninggalkan anaknya yang masih berusia tujuh tahun di rumah.
Menurut pengakuan Ayu, sejak dini hari sekitar pukul 03.00 Wita ia sudah merasa kurang sehat.
Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh dan kondisinya terus menurun, sampai akhirnya ia tidak kuat lagi dan tumbang di tengah kerumunan antrean BBM.
Insiden ini tentu menjadi salah satu dampak nyata dari permasalahan distribusi BBM yang saat ini sedang melanda beberapa kawasan di Bali.
Baca Juga: Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Cetak Rekor Pengunjung dan Dampak Ekonomi Rp 5,2 Triliun
Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter lebih di berbagai SPBU menjadi permasalahan yang cukup melelahkan.
Tidak hanya warga saja yang kelelahan menunggu antrian untuk dapat mengisi bensin, melainkan para petugas SPBU juga menanggung beban kerja ekstrem lebih dari biasanya.
Dalam usaha mengurai antrean, sejumlah SPBU di Bali diminta beroperasi 24 jam.
Kebijakan tersebut tentu sangat membebani para petugas SPBU yang harus bekerja lebih ekstra daripada biasanya.
Baca Juga: Atasi Kabut Asap Karhutla, BNPB Uji Penyemaian Dry Ice untuk Tingkatkan Jarak Pandang
Keterbatasan petugas juga memaksa operator perempuan yang masih menyusui untuk terlibat bekerja dengan waktu yang lebih panjang.
Bahkan, terdapat beberapa masyarakat yang ikut kelemahan menunggu antrian dan berujung pingsan di tempat.
Editor : Meitika Candra Lantiva