Antrean BBM Mengular hingga 1 Km di Bali, Warga Tidur di Trotoar dan Mulai Bangkit Melawan

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:13 WIB
Kelangkaan BBM Bali Oktober 2026: Antrean Mengular di Denpasar, Warga Marah dan Bangkit Bersuara.
Kelangkaan BBM Bali Oktober 2026: Antrean Mengular di Denpasar, Warga Marah dan Bangkit Bersuara.

DENPASAR - Di Denpasar, pagi hari terasa lebih berat dari biasanya. Kendaraan bermotor mengular panjang di depan SPBU, sementara warga berdiri atau duduk di tepi jalan menunggu giliran mengisi bahan bakar. Banyak di antara mereka sudah menunggu sejak dini hari. Ada yang membawa tikar, ada pula yang hanya mengandalkan jaket sebagai alas.

Situasi ini terjadi di sejumlah titik, termasuk SPBU di Jalan WR Supratman dan kawasan Renon. Stok Pertalite dan Pertamax sempat habis. Petugas hanya bisa meminta warga bersabar sambil menunggu truk tangki tiba dari terminal.

Bagi pengemudi ojek online, hari-hari ini berarti kehilangan penghasilan. Mereka harus berburu bensin dulu sebelum bisa menerima order. Beberapa mengaku harus bergiliran dengan rekan agar motor tetap bisa digunakan. Rasa lelah bercampur frustrasi jelas terbaca di wajah mereka.

Penyebab utama gangguan pasokan adalah kendala teknis pada kapal pengangkut. Kesulitan memasang jangkar membuat proses bongkar muat tertunda berjam-jam. Akibatnya, aliran BBM ke SPBU sempat terhambat.

Pihak berwenang menekankan bahwa stok nasional tetap aman, berkisar 18 hingga 20 hari. Masalahnya lebih pada distribusi lokal. Kepanikan warga yang serentak mengisi bahan bakar turut memperpanjang antrean.

Pertamina merespons dengan menambah armada mobil tangki hingga lebih dari 100 unit. Terminal di Sanggaran dan Manggis dioperasikan 24 jam. Sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung juga dibuka sepanjang hari untuk mempercepat pelayanan.

Tambahan pasokan puluhan juta liter dijadwalkan tiba secara bertahap. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan situasi dalam beberapa hari. Meski begitu, warga masih merasakan dampak langsung di lapangan.

Di tengah antrean panjang, muncul aksi warga. Mereka berkumpul membawa spanduk yang menuntut stabilisasi pengadaan BBM. Suara-suara yang semula hanya keluhan pribadi berubah menjadi tuntutan bersama.

Baca Juga: Antrean BBM di Bali Bikin Macet, Gubernur Koster Tenangkan Warga: Stok Aman

Banyak yang merasa sistem distribusi perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka tidak ingin hanya duduk diam. Ada yang bilang, “Kalau diam saja, kita yang terus ditindas keadaan.”

Gubernur Bali sempat meminta masyarakat tetap tenang. Stok di depo utama disebut masih tersedia. Namun, kemacetan dan lonjakan permintaan membuat penyaluran ke SPBU menjadi lambat.

Sekolah di Denpasar sempat menerapkan pembelajaran daring selama beberapa hari sebagai langkah antisipasi. Mobilitas guru dan siswa terhambat karena kesulitan mendapatkan BBM.

Hingga saat ini, upaya percepatan distribusi terus dilakukan. Warga berharap antrean segera berkurang dan pasokan kembali normal. Mereka ingin kembali menjalani hari tanpa harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi bensin.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
kelangkaan BBM Bali antrean SPBU Denpasar krisis BBM Oktober 2026 Pertamina Bali aksi warga Bali BBM