Warga Dikepung Asap, Anggota DPR Riyono Kirim Oksigen ke Kalteng dan Kalbar

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:18 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono menyampaikan keprihatinan atas karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat serta menyalurkan bantuan oksigen dan masker bagi warga terdampak.
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono menyampaikan keprihatinan atas karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat serta menyalurkan bantuan oksigen dan masker bagi warga terdampak.

RADAR JOGJA - Kebakaran hutan dan lahan yang mengepung Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat memantik keprihatinan DPR. Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mendesak pemerintah daerah dan aparat memperkuat kolaborasi serta mempercepat pemadaman, karena warga kini hidup dalam kepungan asap setiap hari.

Bagi Riyono, bencana karhutla tidak bisa berhenti pada keprihatinan di atas kertas. Harus ada langkah konkret di lapangan, mulai dari pemadaman yang masif hingga bantuan langsung untuk warga yang paling terdampak paparan asap.

Legislator Fraksi PKS itu mengaku sudah bergerak menyalurkan bantuan darurat berupa tabung oksigen dan masker ke dua provinsi tersebut sebagai bentuk kepedulian awal.

“Saya sudah mencari jalan untuk membantu masyarakat di sana dengan tabung oksigen, dengan masker. Sejumlah bantuan dan logistik sudah saya kirimkan kepada masyarakat di Kalimantan Tengah ataupun juga Kalimantan Barat,” ujar Riyono dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Selasa (13/10/2026).

Jika dilihat dari kacamata penulisan berita, kisah karhutla kali ini bukan sekadar soal angka hektare yang terbakar, melainkan tentang drama kemanusiaan di balik selimut asap. Ada warga yang harus bertarung mempertahankan napas, anak-anak yang tidak bisa sekolah, dan petugas di lapangan yang berjibaku di tengah lahan gambut yang sulit dipadamkan. Di sinilah peran negara diuji, bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menjaga rasa aman warga.

Riyono pun mengingatkan para kepala daerah, gubernur, bupati, hingga jajaran Polda dan Pangdam untuk lebih peka dan tidak mengeluarkan pernyataan yang melukai perasaan masyarakat.

“Tentu untuk para pejabat daerah, gubernur, bupati, ya Polda, teman-teman Pangdam di sana, sinergi dan kolaborasi untuk terus berupaya semaksimal mungkin memadamkan api. Jaga ya komentar, jaga perasaan masyarakat yang tiap hari mereka bertarung dengan asap,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi publik yang empatik sama pentingnya dengan operasi pemadaman. Warga yang sudah lelah menghirup asap setiap hari butuh kepastian dan empati, bukan komentar yang justru menimbulkan kegaduhan.

Ia menegaskan penanganan karhutla adalah kerja kolektif, bukan tugas satu instansi. Pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat harus berada dalam satu komando untuk memadamkan api secepat mungkin, dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sebagai prioritas utama.

“Oleh karena itu, mari kita berkolaborasi untuk segera memadamkan kebakaran ini. Dan tentu ini bukan tugas sendiri-sendiri, ini adalah tugas kita semuanya,” ujar Riyono.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kalimantan Barat Riyono DPR RI kalimantan tengah karhutla