354 Titik Panas di Sumsel Picu Kabut Asap Tebal di Palembang

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 12:20 WIB
ilustrasi Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang sempat turun hingga 400 meter.
ilustrasi Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang sempat turun hingga 400 meter.

 

PALEMBANG – Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (8/10/2026). Asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat jarak pandang di wilayah tersebut sempat merosot hingga 400 meter. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Kabut asap terpantau sejak pagi hingga sore hari. Sejumlah warga terlihat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap pekat dapat mengurangi jarak pandang, terutama bagi masyarakat yang berkendara maupun melakukan perjalanan.

Dampak paling nyata terlihat pada aktivitas penerbangan. Jarak pandang yang terbatas membuat sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami penundaan demi menjaga keselamatan operasional.

Berdasarkan laporan operasional bandara pada Kamis siang, sebanyak 15 penerbangan terdampak. Jumlah tersebut terdiri atas delapan penerbangan keberangkatan dan tujuh penerbangan kedatangan. Gangguan juga terjadi sehari sebelumnya, ketika tiga penerbangan sipil mengalami perubahan jadwal akibat kondisi serupa.

Pihak bandara perlu memantau perkembangan jarak pandang sebelum penerbangan dapat berjalan sesuai jadwal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kelancaran transportasi udara.

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Oktober 2026 mencatat terdapat 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumatera Selatan. Pada periode yang sama, sebanyak 92 titik api masih membakar lahan dengan total luas mencapai 390,61 hektare.

Penanganan karhutla terus dilakukan oleh satuan tugas darat dan udara. Hingga 7 Oktober 2026, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 319,41 hektare. Rinciannya, 298,41 hektare ditangani melalui pemadaman darat, sedangkan 21 hektare lainnya melalui operasi udara.

Meski ratusan hektare lahan telah berhasil dipadamkan, upaya penanganan masih diperlukan untuk mengendalikan kebakaran yang tersisa. Pemantauan titik panas menjadi salah satu langkah penting untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dalam pemantauan menggunakan satelit NOAA20 selama 24 jam, terdeteksi 49 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 45 titik berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir, sementara empat titik lainnya terpantau di Kabupaten Muara Enim.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan karhutla di Sumatera Selatan masih membutuhkan perhatian. Kebakaran yang terjadi di wilayah sekitar dapat berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Palembang, meskipun titik kebakaran tidak seluruhnya berada di dalam kota.

Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan berhati-hati ketika berkendara. Jarak pandang yang menurun perlu diantisipasi, khususnya oleh pengguna jalan yang harus bepergian pada pagi hingga sore hari.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca belum dilaksanakan karena kondisi atmosfer saat itu belum mendukung pertumbuhan awan hujan. Penanganan karhutla masih mengandalkan upaya pemadaman dan pemantauan di wilayah terdampak.

Kabut asap yang menyelimuti Palembang menjadi pengingat bahwa dampak karhutla dapat meluas hingga mengganggu kegiatan masyarakat dan layanan transportasi. Karena itu, pengendalian kebakaran dan pemantauan kondisi udara tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak yang dirasakan warga.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kabut Asap Palembang Karhutla Sumatera Selatan Bandara SMB II Titik Panas Jarak Pandang