Kondisi Kabut Asap Pagi Ini Jadi yang Terparah, Kualitas Udara Palembang Tembus Level Berbahaya

Perawati • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:59 WIB
Sejumlah pengendara melintasi jalanan yang tertutup kabut asap,   Rabu (8/10/2026) (foto: tangkapan layar video threads @heloitsjan)
Sejumlah pengendara melintasi jalanan yang tertutup kabut asap, Rabu (8/10/2026) (foto: tangkapan layar video threads @heloitsjan)

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membekap Kota Palembang, Sumatera Selatan, menaikkan status kualitas udara ke tingkat Berbahaya pada Jumat (9/10/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan Konsentrasi Partikulat 2,5 (PM2,5) oleh BMKG, indeks polusi di kawasan Musi 2 menyentuh angka 430.2 µg/m³ dan Talang Betutu sebesar 383.6 µg/m³.

Angka tersebut melonjak jauh melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) NAB PM2,5 berdasarkan Baku Mutu Udara Ambien Nasional merujuk pada PP 22/2021 adalah 55 µgram/m³ dalam 24 jam.

Pekatnya polusi udara tersebut berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga di lapangan.

Baca Juga: UAJY Jadi Tuan Rumah Munas VII APTIKOM 2026, Peserta Tembus 1.200 Orang

Keluhan masyarakat tumpah di platform media sosial Threads, salah satunya diungkapkan oleh akun @methv__ yang menggambarkan betapa terbatasnya jarak pandang dan perubahan warna langit akibat paparan asap.

"Bener-bener cape banget sama asap ini, bangun tidur di luar full asap, kadang pergi kerja jalan ngga keliatan apa-apa full asap, kalo siang sampai sore langit bener-bener kuning oren karna asap, malam tambah jadi sampe asap masuk rumah," tulisnya.

Kondisi kesehatan yang kian memburuk akibat krisis udara bersih yang berlangsung lama juga diungkapkan oleh pengguna akun @adestykemanjar.

Ia mengaku terpaksa harus membeli alat bantu pernapasan mandiri demi bertahan di tengah kepungan asap tiada henti.

"Sebagai warga palembang aku harus beli oksigen portable karena pernapasanku udah ngga sanggup ngadepin asap yang ngga reda-reda. Bukan 1-2 minggu, tapi udah berbulan-bulan," tulisnya.

Ancaman kesehatan seperti gangguan pernapasan, bronkitis, hingga serangan asma kini mengintai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. 

Di tengah kepungan asap dan melonjaknya titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan yang mencapai 224 titik, harapan warga kini tertuju pada prakiraan cuaca BMKG Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang memprediksi turunnya hujan berintensitas ringan hingga sedang pada Jumat malam.

Baca Juga: Alexander Ceferin Akan Mencalonkan Diri sebagai Presiden UEFA untuk Periode Keempat

Sementara itu, tim gabungan penanggulangan karhutla terus menyiagakan puluhan armada udara untuk operasi pemadaman dan modifikasi cuaca demi meredakan krisis polusi di wilayah tersebut.

Editor : Bahana.
palembang karhutla asap Bencana Kabut Asap