75 Rumah di Tenggarong Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Miliar

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:09 WIB
Kobaran api melahap 75 bangunan di kawasan padat Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Senin (5/10/2026) malam.
Kobaran api melahap 75 bangunan di kawasan padat Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Senin (5/10/2026) malam.

 

RADAR JOGJA – Kawasan permukiman Danau Aji RT 33, Jalan Alimuddin  Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong yang sudah ditetapkan sebagai zona merah rawan kebakaran sejak tiga tahun lalu kembali terbakar hebat, Senin sore (5/10/2026) pukul 16.30 WITA. Sebanyak 75 bangunan warga ludes dilalap api.

Kobaran bermula dari tengah permukiman padat dan langsung membesar. Himpitan rumah kayu yang berdempetan dan tiupan angin kemarau yang kencang membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain, termasuk rumah sewaan dan satu bangunan Taman Kanak-Kanak.

Warga yang panik langsung berhamburan keluar gang sambil menyelamatkan barang seadanya. Sempat beredar isu kebakaran hutan, namun warga di Threads menegaskan kejadian ini murni di permukiman padat tengah kota Tenggarong.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar Fida Hurasani yang akrab disapa Afe menyebut pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh.

“Kami menerjunkan sembilan armada serta 90 personel dari regu piket maupun siaga untuk memadamkan kebakaran,” kata Afe di Tenggarong.

Menurutnya, proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu sekitar dua jam. Upaya itu tidak dilakukan sendiri, Damkar dibantu dua armada BPBD, armada tangki PDAM, serta mesin portabel milik relawan penanggulangan bencana daerah.

Kendala terbesar di lapangan adalah krisis air dan akses. Selain lokasi berada di dalam gang sempit, minimnya sumber air membuat petugas kesulitan. Saat kejadian, sebagian armada lain juga sedang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sanga-Sanga.

“Minimnya sumber air di lokasi kejadian menjadi hambatan lapangan karena sebagian unit armada sedang menangani karhutla di Sangasanga,” tutur Afe.

Untuk menyiasatinya, tim gabungan memanfaatkan aliran air kolong rumah warga dan kolam sekitar dengan pompa portabel. Beruntung, infrastruktur yang sudah disiapkan Pemkab Kukar membantu.

“Fasilitas hidran kering sepanjang seribu meter dari Sungai Tenggarong yang dibangun pemerintah terbukti berfungsi baik membantu pengisian air,” ujar Afe. Selain itu, dua unit tandon air berkapasitas 5.000 liter yang ditempatkan di kawasan tersebut turut membantu penanganan awal sebelum pemadaman total.

Sinergi cepat Damkar, BPBD, dan relawan lokal akhirnya berhasil mencegah api meluas ke permukiman sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa, namun tiga warga harus dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas, syok, hingga pingsan. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp10 miliar dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dugaan awal akibat korsleting listrik.

“Kami terus mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran di tengah kondisi musim kemarau ekstrem,” tutup Afe.

Sumber : ANTARA

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Tenggarong Hebat pendinginan Kebakaran pemadaman