Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar dan Awan Panas 

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:55 WIB

Ilustrasi erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: PVMBG)

Erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: PVMBG)

 

 

RADAR JOGJA- Gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru, kembali meletus pada Selasa (29/9/2026) pukul 07.41 WIB.

Erupsi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter dari puncaknya.

Melansir dari Jawa Pos, laporan dari Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Semeru, Mukdas Sofian, mengamati bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekira 4.676 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke arah timur," ujar Mukdas Sofian dalam keterangan resminya.

Baca Juga: 20 Ribu Ayam Umur Sepekan Mati Terbakar, Kandang di Gedangsari Gunungkidul Rugi Rp 2 Miliar

Aktivitas erupsi Gunung Semeru ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 125 detik.

Merespons peristiwa tersebut, warga pun dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak.

Imbauan ini bertujuan untuk menghindari potensi perluasan awan panas serta aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Baca Juga: Unggul Delapan Suara Wibowo Jadmiko Jadi Lurah, 11  Petahana Tumbang di Pilur Gunungkidul

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak lantaran rawan bahaya lontaran batu pijar. 

Warga juga turut diimbau waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Gunung tertinggi di Pulau Jawa Waspada Lahar dan Awan Panas Pengamat Gunung Api (PGA) Semeru gunung semeru erupsi gunung semeru