Tiga Badai Tropis Terbentuk di Samudra Pasifik, Seberapa Bahaya?

As Syifa Dzihni Nafisa • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:45 WIB
Tiga sistem badai tertangkap dalam citra satelit gelombang pada pukul 11:30 pagi EDT, Kamis, 24 September 2026. Dari kiri ke kanan, Badai Tropis Nolo di selatan Hawaii, Badai Odalys jauh dari daratan, dan Badai Besar Polo tepat di lepas pantai Pasifik Meksiko. (Sumber: Yale Climate Connections)
Tiga sistem badai tertangkap dalam citra satelit gelombang pada pukul 11:30 pagi EDT, Kamis, 24 September 2026. Dari kiri ke kanan, Badai Tropis Nolo di selatan Hawaii, Badai Odalys jauh dari daratan, dan Badai Besar Polo tepat di lepas pantai Pasifik Meksiko. (Sumber: Yale Climate Connections)

 

RADAR JOGJA - Tiga badai tropis terbentuk untuk kedua kalinya bulan ini.

Ketiga badai tersebut adalah Nolo, Odalys, dan Polo yang terbentuk di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. 

Fenomena kemunculan tiga badai sekaligus ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem El Niño. 

Badai Nolo awalnya terbentuk sebagai badai tropis di Pasifik Tengah di selatan Hawaii.

Badai ini memicu status waspada untuk wilayah Kepulauan Hawaii karena berpotensi membawa curah hujan ekstrem, banjir besar, dan tanah longsor.

Baca Juga: Dazzling Dance Crew SMAN 1 Banguntapan Tampil Nyentrik di DBL Jogja Kritisi FOMO Naik Gunung

Kemudian, badai Odalys terbentuk di wilayah Pasifik Timur.

Posisi badai ini berada jauh di tengah laut di sebelah barat daya Semenanjung Baja California, Meksiko, sehingga tidak memiliki risiko langsung menghantam daratan.

Badai ini hanya memicu gelombang laut (swell) yang dimanfaatkan para peselancar di area Baja dan California Selatan.

Terakhir, badai Polo merupakan badai kategori besar.

Dalam catatan radio publik Texas, badai ini pernah mencapai kategori 5.

Kehadirannya memicu gelombang tinggi dan ancaman tanah longsor yang serius di wilayah pesisir seperti Guerrero dan Michoacán.

Baca Juga: Honda DBL Jogja 2026 Dimulai, Honda Istimewa Hadirkan Beragam Aktivasi Seru

Kemunculan trio badai ini menjadi perhatian besar para meteorolog di National Hurricane Center (NHC) karena jalurnya yang berdekatan berpotensi memicu Fujiwhara Effect, yaitu kondisi di mana dua atau lebih badai yang berdekatan mulai berputar dan saling berinteraksi. 

Interaksi ini berbahaya karena dapat memusatkan kekuatan badai, memicu badai gabungan yang lebih dahsyat, atau mengubah arah pergerakannya secara tidak terduga.

Meski Badai Odalys dan Polo berpusat di dekat Benua Amerika, para ahli mengingatkan bahwa kemunculan tiga badai sekaligus ini mengganggu jalur penerbangan internasional dan pelayaran logistik di sepanjang Samudra Pasifik. 

Otoritas penerbangan dan maritim diimbau untuk mengalihkan rute guna menghindari turbulensi parah serta gelombang laut yang sangat membahayakan. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
badai tropis di Pasifik Tengah Fenomena Alam samudra pasifik badai tropis gelombang tinggi