Jasad Kru Kapal Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:18 WIB
Petugas menunjukkan foto-foto penemuan jasad kru kapal. (ist)
Petugas menunjukkan foto-foto penemuan jasad kru kapal. (ist)

 BENGKULU - Dua pekan berlalu tanpa kabar, Samudra Hindia akhirnya mengirimkan sebuah jawaban yang menyayat hati sekaligus menyalakan kembali api harapan. Gulungan ombak di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, membawa tubuh Surakman (60) ke tepi pantai. Pria gaek itu merupakan salah satu awak speedboat Arupadhatu I, kapal yang membawa rombongan jurnalis foto saat meliput dahsyatnya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepastian ini terungkap usai Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, mengonfirmasi hasil uji DNA yang menyatakan jasad tersebut identik dengan Surakman. Berita duka ini bak petir di siang bolong, namun sekaligus memecah kebuntuan dari misteri hilangnya kapal tersebut sejak 7 September 2026. Ada duka mendalam, tetapi ada pula secercah cahaya di tengah gelapnya lautan.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, mengungkapkan rasa duka yang teramat dalam kepada keluarga mendiang Surakman. Kendati demikian, Dwi menegaskan bahwa penemuan ini bukanlah akhir dari cerita. Ini adalah bukti autentik pertama yang mematahkan segala spekulasi liat di luar sana.

Penemuan tersebut menjadi kompas baru di tengah luasnya samudra. Mengingat operasi pencarian sempat dihentikan Basarnas pada hari ke-10, bukti fisik ini menjadi momentum krusial yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh negara.

Baca Juga: Rumput di Stadion Candradimuka Berstandar FIFA, Butuh Tiga Bulan untuk Zoysia Matrella Tumbuh Ideal

Atas dasar petunjuk anyar ini, PFI secara resmi mendesak Basarnas dan tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera menyalakan kembali mesin-mesin penyelamat mereka. Penyisiran intensif harus segera difokuskan dari titik ditemukannya jenazah hingga menyusuri alur perairan Selat Sunda menuju Enggano.

PFI mengingatkan janji otoritas SAR saat menutup operasi pekan lalu. Kala itu, negara berjanji bahwa operasi pencarian akan langsung dibuka secara otomatis jika ada tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban. Kini, tanda itu sudah nyata berdiri di depan mata.

"Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam," ujar Dwi Pambudo dengan nada tegas di Jakarta. Ia menegaskan, negara harus hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan para jurnalis dan awak kapal yang masih hilang. Setiap detik yang berlalu adalah pertaruhan nyawa yang sangat berharga.

Hingga detik ini, bayang-bayang kecemasan masih menggelayuti keluarga lima jurnalis foto yang belum ditemukan. Mereka adalah Yudistiro Pranoto (iNews), Donal Husni (Jurnalis Lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara).

Mereka bukan sekadar nama dalam daftar pencarian, melainkan para pejuang visual yang melaut demi mengabarkan kebenaran kepada publik. Bersama dua kru kapal lainnya, nasib mereka kini menanti ketegasan dan ketanggapan tim penyelamat di lautan.

Baca Juga: Geruduk PSS Sleman saat Latihan, Slemania: Tulung Maine Diapike, Ora Mung Asal Main

PFI Pusat bersama seluruh pengurus daerah menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di samping keluarga korban. Pendampingan psikologis dan moril terus diberikan tanpa henti untuk menguatkan hati yang cemas.

Organisasi profesi ini berjanji tidak akan melangkah mundur seinci pun. PFI akan terus mengawal proses hukum, pencarian, hingga penanganan krisis ini sampai tuntas.

Lautan mungkin luas dan penuh misteri, namun kasih sayang serta keadilan tidak boleh tenggelam. Kini, publik menunggu langkah nyata Basarnas untuk bergerak kembali menembus ombak Selat Sunda demi membawa pulang para pewarta bangsa.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
jurnalis hilang Selat Sunda Pewarta foto indonesia Basarnas gunung anak krakatau