Krisis Habitat Satwa Langka: Tapir Kembali Berkeliaran di Area Sawit Mesuji Lampung

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:28 WIB
Seekor tapir diamankan karena berkeliaran di area sawit, tapir tersebut kehilangan habitatnya. (X/Sumatera Adil & Federal
dan LambeSahamjja)
Seekor tapir diamankan karena berkeliaran di area sawit, tapir tersebut kehilangan habitatnya. (X/Sumatera Adil & Federal dan LambeSahamjja)

 

RADAR JOGJA - Seekor tapir kembali berkeliaran di area perkebunan kelapa sawit milik HGU PT Pematang Agri Lestari (PAL), Kabupaten Mesuji, Lampung.

Ada yang melihat tapir itu berlari di antara pohon-pohon sawit, ada juga yang ditemukan terjerembab di dalam parit saluran air dalam kondisi tengah lemah.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Kemunculan satwa dilindungi tersebut mempertegas krisis habitat yang semakin menyempit di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bukan Cuma Tempat Simpan Sejarah, Museum Kini Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Budaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Tapir bermoncong khas bercorak hitam-putih itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Geran (25) saat sedang beraktivitas di area kebun sawit.

Kondisinya saat itu tengah lemah dan terjebak di dalam parit saluran air. 

Warga setempat sempat membantu memberikan air minum menggunakan botol kemasan agar tapir tidak dehidrasi. 

Sementara itu, Petugas dari BKSDA Bengkulu-Lampung menduga tapir tersebut keluar dari kawasan hutan konservasi Register 45 untuk mencari sumber air atau makanan, namun kemudian tersesat dan mengalami stres ringan.

Jarak lokasi penemuan hanya sekitar 800 meter dari ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

Baca Juga: Jejak Panjang SMA Muhi Jogja, Menembus Batas Zaman, Merawat Memori, dan Melahirkan Para Tokoh Bangsa

Menindak lanjuti temuan itu, proses evakuasi pun dilakukan dan berjalan aman berkat kerja sama warga, pekerja perusahaan, aparat Polsek Way Serdang, dan jajaran Pemkab Mesuji.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis dan BKSDA, tapir berjenis kelamin betina tersebut mengalami beberapa luka lecet ringan di kaki, punggung, perut, dan mulut, namun tidak ada indikasi patah tulang.

Dilansir dari Kementrian Kehutanan, Tapir kini telah diamankan dan ditempatkan di Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Kabupaten Mesuji.

Ia dirawat di dalam kandang observasi seluas 2.000 meter persegi untuk pemulihan dan perawatan intensif sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitat alaminya.

Baca Juga: 45 Tim Terbagi dalam Grup, DBL D.I. Yogyakarta 2026 Siap Memanas

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memasang sejumlah kamera pemantau di lokasi untuk merekam aktivitas dan jalur pergerakan satwa.

Dari hasil rekaman kamera, petugas menemukan jejak lintasan yang menjadi indikasi kuat bahwa kawasan perkebunan yang dulunya hutan tersebut masih digunakan tapir sebagai jalur jelajah alaminya.

Langkah pemantauan ini dilakukan BKSDA untuk mencegah berulangnya tragedi perburuan atau pembunuhan tapir seperti yang terjadi pada Juli lalu.

Kendati demikian, upaya konservasi di lapangan kerap menghadapi kendala besar dalam mempertahankan kawasan ekologis yang telah beralih fungsi menjadi area konsesi korporasi.

Baca Juga: Bayar Pakai QRIS Sering Kena Admin? Ini Aturan Resmi Bank Indonesia Soal Biaya Tambahan 

Saat ini populasi tapir di Indonesia diperkirakan hanya tersisa sekitar 400 hingga 500 ekor.

Alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan membuat tutupan habitat terfragmentasi, sehingga mengganggu ruang hidup dan memaksa satwa langka tersebut keluar mendekati pemukiman atau aktivitas manusia.

Pihak BKSDA mengimbau masyarakat dan pekerja di sekitar perkebunan untuk tidak memburu, mengejar, maupun memancing kedatangan satwa tersebut.

Apabila kembali menemukan keberadaan tapir, warga diminta menjaga jarak aman dan segera melaporkannya kepada BKSDA atau otoritas berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Beragam Sumber
tapir Krisis Habitat Satwa Langka Tapir Berkeliaran Area Sawit Mesuji Lampung BKSDA Bengkulu-Lampung