RADAR JOGJA - Dugaan kasus pelecehan seksual oleh pimpinan pondok pesantren di Lombok, Nusa Tenggara Barat, viral di media sosial.
Seusai viral, sejumlah orang tua atau wali santri mendatangi Pondok Pesantren Bunkate, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (22/9/2026) pagi.
Kedatangan mereka bertujuan untuk menjemput anak-anaknya yang tengah menempuh pendidikan dan tinggal di lingkungan pondok tersebut.
Para orang tua yang khawatir dengan kondisi anaknya memilih datang langsung untuk memastikan keadaan mereka secara pasti.
Baca Juga: Baru Setahun Mengajar, Dosen DKV ISI Yogyakarta Dinonaktifkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Berdasarkan informasi yang beredar, hingga Selasa siang aktivitas para wali santri masih berlangsung.
Sejumlah orang tua terlihat mendatangi area pondok untuk membawa pulang anak masing-masing.
Meski demikian, situasi di lingkungan Ponpes Bunkate dilaporkan tetap aman dan terkendali.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah pasti santri yang telah dijemput maupun langkah pihak pesantren dalam menyikapi kedatangan para orang tua tersebut.
Dugaan kasus dalam liputan investigasi ini masih menjadi perhatian publik, dan klarifikasi resmi dari pihak terkait masih dinantikan.