Ramai Disorot Netizen di Media Sosial, Prasasti Peresmian LRT Jakarta Salah Ejaan

Perawati • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:05 WIB
Kesalahan ejaan pada prasasti peresmian LRT Jakarta jalur Kepala Gading-Maggarai jadi sorotan. (dok. via X @RuteRoyalS12)
Kesalahan ejaan pada prasasti peresmian LRT Jakarta jalur Kepala Gading-Maggarai jadi sorotan. (dok. via X @RuteRoyalS12)

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi, Yustinus Prastowo, meminta maaf atas kesalahan ejaan pada prasasti peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai.

Prasasti tertanggal Rabu, 16 September 2026 yang ditandatangani usai peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto itu tertulis "di resmikan", bukan "diresmikan", hingga mendadak ramai disorot netizen setelah diunggah oleh sebuah akun di platform X.

Kesalahan penulisan imbuhan tersebut viral setelah diunggah akun parodi @RuteRoyalS12 dengan pertanyaan "Why 'di resmikan' instead of 'diresmikan'?"  di X pada Rabu (16/9) disaksikan hingga lebih dari 930 ribu kali.

Menanggapi kehebohan tersebut, Yustinus Prastowo menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun Threads miliknya.

"Terima kasih info dan koreksinya. Mohon maaf atas kesalahan ini. PT LRT akan segera memperbaiki kesalahan ejaan ini," tulis Prastowo pada unggahan Threads (19/9). 

Baca Juga: Mohamed Salah Disanksi Larangan Mengemudi dan Denda karena Melanggar Batas Kecepatan

Pernyataan tersebut langsung memicu tanggapan dari netizen. "Maaf pak tapi sebelum di publikasikan, apakah seluruh orang atau pegawai yang bersangkutan tidak menyadari kesalahan ejaan itu? harus kaca mata netizen dulu yang ngeh ada kesalahan itu kah pak?" tulis akun @isna.fa di kolom komentar. 

Tak hanya itu, sejumlah warganet lainnya turut mempertanyakan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan prasasti tersebut.

Secara kaidah kebahasaan, penulisan kata "diresmikan" yang tepat wajib digabung atau serangkai.

Berdasarkan aturan tata bahasa Indonesia, penulisan "di" hanya dipisah jika berfungsi sebagai kata depan (preposisi) yang menunjukkan tempat, waktu, atau arah, seperti di rumah atau di Jakarta.

Sebaliknya, jika berfungsi sebagai awalan (imbuhan) yang membentuk kata kerja pasif, penulisannya harus digabung. Ciri utamanya dapat diubah menjadi kata kerja aktif berawalan me-, seperti dibaca menjadi membaca atau diresmikan menjadi meresmikan.

Terlepas dari sorotan ejaan di prasasti, peresmian jalur LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai ini menjadi tonggak penting moda transportasi masal ibu kota.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Peresmian ditandai dengan penarikan tuas miniatur LRT. 

Baca Juga: Bawa Pulang Karya Lokal! Serunya Petualangan BRIZZI ARKIV di Blok M Hub

Proyek strategis yang membentang sepanjang 12,2 kilometer ini menelan total nilai investasi sebesar Rp 12,1 triliun dan melayani 11 stasiun untuk mengurai kemacetan kawasan Jakarta.

Editor : Bahana.
LRT Jakarta Prasasti LRT LRT Kelapa Gading Manggarai yustinus prastowo Prabowo Subianto