Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Jakarta, Giuseppe Garibaldi Segera Resmi Jadi KRI Sriwijaya

Safinatun Najah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 09:52 WIB
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Indonesia dan bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). Kapal eks Angkatan Laut Italia tersebut dipersiapkan menjadi kapal induk pertama yang akan dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut.

Giuseppe Garibaldi menempuh perjalanan dari Italia sejak 24 Agustus 2026 sebelum memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di perairan Bangka. Saat memasuki perairan Indonesia, kapal mendapat pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Kapal tiba di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 07.58 WIB. Kedatangannya disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta sejumlah pejabat tinggi TNI.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin turut melakukan peninjauan langsung ke dalam kapal untuk melihat kesiapan armada yang akan memperkuat jajaran TNI AL tersebut.

Baca Juga: Kemeriahan Run’N Shine 2026 di UGM Jogja, Kolaborasi Lari, Kuliner, dan Musik

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan proses serah terima kapal dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Pada tanggal tersebut, ITS Giuseppe Garibaldi akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dan bergabung sebagai bagian dari armada TNI AL melalui prosesi pergantian bendera dari Italia ke Indonesia.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, bobot penuh sekitar 13.850 ton, serta mampu melaju dengan kecepatan maksimum sekitar 30 knot. Kapal ini juga memiliki daya jelajah hingga sekitar 7.000 mil laut.

Meski menjadi kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi bukan kapal baru. Kapal yang dibangun oleh galangan kapal Italia, Fincantieri, tersebut telah beroperasi lebih dari empat dekade sehingga akan menjalani proses modernisasi atau retrofit untuk menyesuaikan kebutuhan operasional TNI AL.

Proses retrofit menjadi tahapan penting agar sistem dan kemampuan kapal sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia sebelum dioperasikan secara penuh.

Selain memperkuat kemampuan tempur TNI AL, KRI Sriwijaya juga diproyeksikan memiliki peran dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kapal ini direncanakan digunakan untuk mendukung misi penanggulangan bencana, bantuan kemanusiaan, serta berbagai operasi non-tempur lainnya di wilayah Indonesia. 

Editor : Bahana.
KRI Sriwijaya Giuseppe Garibaldi Kapal Induk Indonesia kementerian pertahanan tni al