RADAR JOGJA – Joko Widodo mengunjungi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (16/9). Dalam kunjungan tersebut, Jokowi tidak hanya melihat kondisi warga dan kerusakan akibat gempa, tetapi juga memilih bermalam di tenda pengungsian.
Jokowi tiba di Pulau Palue setelah melakukan perjalanan dari Maumere. Dari wilayah tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Palue untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa Flores.
Setibanya di Dusun Cawalo, Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Jokowi bertemu dengan warga yang berada di lokasi pengungsian. Ia juga melihat kondisi rumah dan sejumlah bangunan yang terdampak gempa.
Kedatangan Jokowi menjadi perhatian warga setempat. Masyarakat menyambut kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan kondisi yang mereka alami setelah bencana. Sebagian warga masih harus tinggal di tenda karena rumah mereka mengalami kerusakan.
Selain melihat permukiman warga, Jokowi juga berdialog dengan masyarakat di sekitar lokasi pengungsian. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan selama menjalani masa pemulihan.
Baca Juga: Jogja Cultural Festival 2026 Siap Digelar, Bakal Hadirkan Penggabungan Teknologi AI dan Budaya Jawa
Kondisi rumah warga menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan tersebut. Beberapa bangunan mengalami kerusakan akibat gempa sehingga belum dapat digunakan seperti biasa.
Tidak hanya melakukan peninjauan, Jokowi juga membawa bantuan untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari kunjungannya ke wilayah yang masih dalam proses pemulihan setelah bencana.
Hal yang menarik dari kunjungan tersebut adalah keputusan Jokowi untuk bermalam di lokasi pengungsian. Ia menghabiskan malam di tenda yang berada di kawasan Desa Rokirole, bersama warga yang masih tinggal di tempat pengungsian.
Kehadiran Jokowi di lokasi pengungsian membuat suasana di tengah warga menjadi berbeda. Masyarakat dapat berinteraksi secara langsung sekaligus menunjukkan kondisi kehidupan mereka setelah gempa.
Bagi warga Palue, persoalan akibat gempa belum selesai meski bencana telah berlalu. Kerusakan rumah membuat sebagian masyarakat masih bergantung pada tempat pengungsian untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Lewotolok Ganggu Penerbangan, Bandara Wunopito NTT Ditutup Lagi
Kebutuhan warga juga tidak hanya berkaitan dengan bantuan dalam jangka pendek. Perbaikan rumah, fasilitas umum, hingga pemulihan aktivitas masyarakat menjadi bagian dari proses yang harus dilakukan setelah bencana.
Kunjungan Jokowi ke Palue memperlihatkan kondisi masyarakat secara langsung di lokasi terdampak. Dengan melihat permukiman dan bermalam di kawasan pengungsian, suasana kehidupan warga pascagempa dapat terlihat lebih dekat.
Pulau Palue sendiri menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa Flores pada Agustus 2026. Sejumlah rumah dan fasilitas mengalami kerusakan, sementara warga masih menjalani proses pemulihan.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam situasi pascabencana di Palue. Di tengah proses pemulihan, masyarakat masih membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber