RADAR JOGJA – Emosi warga kota Bontang akhirnya memucak. Di tengah kota yang sedang dikepung asap tebal, puluhan warga yang tergabung dalam Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang nekat menggelar aksi demostrasi di depan Kantor PLN, Kamis (17/09/26).
Aksi ini dipicu oleh pemadaman listrik bergilir yang tak kunjung ada ujungnya. Warga meilai pemdaman yang terjadi berbulan-bulan ini sudah sangat merugikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari usaha kecil, pendidikan anak, hingga kebutuhan rumah tangga.
Massa yang berkumpul sejak pagi di Jalan MT Haryono menuntut kejelasan dan komitmen nyata dari pihak manajemen PLN Bontang. Mereka mendesak agar pemadaman bergilir segera dihentikan total, bukan hanya janji perbaikan yang terus diulang tanpa realisasi di lapangan.
Tidak hanya soal listrik, massa juga membaw rtuntutan lain. Mereka mendesak PLN untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami masyarakat selama masa krisis listrik. Warga meminta adanya kompensasi, baik secara material maupun immaterial, karena banyak peralatan elektronik rusak, pelaku UMKM merugi, dan aktivitas warga terganggu.
Baca Juga: Lewis Koumas Ingin Berikan Segalanya untuk Liverpool
Suasana aksi sempat memanas. Pantauan di lokasi, massa beberapa kali meneriakkan tuntutan agar pimpinan PLN keluar dan memberikan penjelasan secara terbuka di hadapan warga, bukan hanya melalui perwakilan staf. Ketengangan meningkat ketika perwakilan manajemen tak kunjung menemui massa.
Puncak kekecewaan terlihat saat beberapa peserta aksi yang merasa aspirasinya diabaikan, melampiaskan amarah dengan melemparkan telur ke arah halaman Kantor PLN Bontang. Aksi tersebut spontan dilakukan sebagai simbol protes atas buruknya pelayanan selama ini, menurut keterangan warga yang melintas di lokasi.
Hingga aksi selesai, warga menegaskan akan kembali menggelar aksi yang lebih besar jika PLN tidak segera memberikan solusi konkret. Mereka berharap pemerintah kota juga turun tangan menekan PLN agar krisis listrik di Bontang segera berakhir, apalagi saat ini warga harus menghadapi double masalah antara krisis listrik dan kabut asap yang mengepung kota.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber