Ratusan Pelajar di Wamena Demo, Tolak Progam Makan Bergizi Gratis 

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:24 WIB
Massa pelajar membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan Kekerasan Militer Terhadap Pelajar" saat menggelar aksi unjuk rasa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).
Massa pelajar membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan Kekerasan Militer Terhadap Pelajar" saat menggelar aksi unjuk rasa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

 RADAR JOGJA - Wamena, Papua Pegunungan Ratusan siswa SMP dan SMA di Wamena turun ke jalan pada Selasa (15/9/2026), menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di wilayah mereka. Aksi ini menjadi sorotan lantaran datang dari kalangan pelajar yang menyuarakan langsung kegelisahan mereka terhadap arah kebijakan pendidikan di Papua Pegunungan.

Dalam orasi dan pernyataan sikap yang disampaikan, para pelajar menegaskan bahwa kebutuhan mendesak mereka bukanlah program makan gratis, melainkan akses pendidikan yang lebih baik dan terjangkau. Mereka menilai pemerintah semestinya lebih dahulu memikirkan biaya sekolah serta kemudahan akses belajar bagi generasi muda di daerah tersebut, ketimbang menggelontorkan anggaran untuk program pangan yang menurut mereka belum menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Tiga Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Sementara Imbas Kebakaran Hutan

Aspirasi itu tergambar jelas lewat berbagai poster yang dibawa peserta aksi. Salah satu poster yang paling mencolok bertuliskan pesan yang tegas dan lugas:

“Kami Butuh Guru dan Dosen, Bukan MBG.”

Melalui tulisan tersebut, para pelajar seolah ingin mengingatkan pemerintah bahwa persoalan pendidikan tidak melulu soal pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut ketersediaan tenaga pengajar yang memadai serta kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

Bagi mereka, kekurangan guru dan dosen jauh lebih mendesak untuk segera dibenahi dibandingkan program makan gratis yang tengah digalakkan.

Baca Juga: Pikachu Masuk Dunia Wayang, Pokémon Bawa Budaya Indonesia ke Generasi Muda

Selain menyoroti persoalan tenaga pendidik, massa aksi juga mengangkat isu lain yang tak kalah krusial, yakni munculnya sejumlah laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat setelah program MBG dijalankan di beberapa wilayah.

Temuan tersebut mendorong para pelajar untuk mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya menyangkut standar keamanan pangan serta pengawasan proses distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Aksi tak berhenti pada orasi di satu titik saja. Seiring berjalannya waktu, massa dari SPWP Nabire mendapat izin untuk melanjutkan aksi dengan long march menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah. Ratusan peserta berjalan kaki menempuh rute tersebut dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan setempat.

Yang menarik, pengamanan aksi kali ini turut melibatkan langsung Kapolres Nabire dan Danlanal Nabien, yang tidak hanya mengawasi dari jarak jauh, tetapi juga ikut berjalan kaki bersama para pelajar sepanjang rute long march.

Kehadiran mereka di tengah massa menjadi simbol bahwa aparat keamanan turut memberi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasinya secara damai dan tertib hingga tiba di tujuan akhir aksi.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
papua Makan Bergizi Gratis tolak Wamena aksi unjuk rasa