RADAR JOGJA - Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak dan terbalik di Perairan Masalembu, Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Kapal tersebut mulai berlayar pada Sabtu pagi (12/9/2026) dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa total 243 penumpang serta awak kapal.
Sekitar pukul 02.00 WITA, 13 September 2026, kapal dikabarkan mengalami kondisi listing dan kemudian terbalik.
Saat menerima laporan, Kantor SAR Banjarmasin segera menyiapkan operasi pencarian dan evakuasi.
Baca Juga: Cahaya Misterius dan Dentuman Gegerkan Gorontalo, Diduga Meteor Sepanjang 10 Meter
Hingga saat ini, sebanyak 113 penumpang kapal berhasil ditemukan dengan rincian 107 dalam keadaan selamat, dan 6 dikonfirmasi meninggal dunia.
Saat ini 130 orang korban yang tersisa masih dalam proses pencarian.
Seorang penumpang yang selamat, Ahmad Saudi memberikan kesaksian detik-detik saat kapal mulai terbalik.
Ahmad menceritakan bahwa saat itu ia sedang tidur di sofa kapal pada saat kapal mulai miring atau mengalami listing.
Seorang penumpang kapal mulai berlari dan memberitahukan ke penumpang yang lain.
Baca Juga: BPS Catat Harga Sejumlah Pangan Naik pada Pekan Kedua September 2026
“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad, dilansir dari Antara, saat ditemui di ruangan pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.
Ahmad mengatakan, pada saat kejadian, kemiringan kapal terjadi begitu cepat hingga posisi kapal terbalik.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Buah yang Perlu Diperhatikan Saat Dikonsumsi ketika Perut Kosong
Ahmad kemudian menyelamatkan diri menggunakan perahu karet bersama 14 penumpang lain yang semuanya terdiri dari laki-laki.
Mereka bertahan selama beberapa jam terombang-ambing di tengah lautan hingga kapal penyelamat datang.
“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.
Menurut pengamatan Ahmad, rata-rata yang bisa menyelamatkan diri dan mencapai perahu karet hanya sopir-sopir kendaraan, termasuk Ahmad yang saat itu sedang dalam perjalanan membawa bus dari Surabaya ke Kalimantan, sedangkan penumpang yang berada di dalam kamar belum sempat keluar untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Cahaya Misterius dan Dentuman Gegerkan Gorontalo, Diduga Meteor Sepanjang 10 Meter
“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya, dilansir dari Antara (13/9/2026).
Basarnas saat ini masih mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan meliputi 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat untuk memaksimalkan proses pencarian dan evakuasi 130 korban yang tersisa di lokasi kejadian di perairan Masalembu, Laut Jawa.
Editor : Meitika Candra Lantiva