Pemere Dibata, Lagu Karo tentang Syukur atas Anugerah Kehidupan

Frencia Keliat • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:57 WIB
Lagu Pemere Dibata karya Ananta Sembiring yang mengangkat makna “Pemberian Tuhan” atau “Anugerah dari Tuhan” dalam bahasa Karo. Sumber foto: https://vt.tiktok.com/ZSqaL5dYv/
Lagu Pemere Dibata karya Ananta Sembiring yang mengangkat makna “Pemberian Tuhan” atau “Anugerah dari Tuhan” dalam bahasa Karo. Sumber foto: https://vt.tiktok.com/ZSqaL5dYv/ 

 KARO - Musik daerah tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai kehidupan dan kebudayaan. Salah satunya melalui lagu Karo berjudul Pemere Dibata yang dibawakan oleh Ananta Sembiring.

Secara harfiah, Pemere Dibata berarti “Pemberian Tuhan” atau “Anugerah dari Tuhan”. Pemere berarti pemberian atau anugerah, sedangkan Dibata berarti Tuhan. Makna tersebut memberikan gambaran tentang sebuah karya yang mengangkat rasa syukur terhadap berbagai pemberian yang diterima dalam kehidupan.

Penggunaan bahasa Karo dalam lagu tersebut menjadi salah satu hal yang menarik. Bahasa daerah tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga dapat hadir melalui karya seni dan musik. Melalui lagu, kosakata dan ungkapan dalam bahasa Karo dapat terus dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Lagu berbahasa daerah juga memiliki peran dalam menjaga hubungan generasi muda dengan kebudayaan. Di tengah perkembangan musik modern yang semakin beragam, karya seperti Pemere Dibata menunjukkan bahwa bahasa Karo masih dapat digunakan dalam karya musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Makna “pemberian Tuhan” juga dapat dipahami sebagai pengingat untuk menghargai berbagai hal yang dimiliki dalam kehidupan. Rasa syukur menjadi nilai yang dapat diterima oleh siapa saja, sekaligus menjadi bagian dari pesan yang membuat sebuah lagu tidak hanya dinikmati melalui irama, tetapi juga melalui makna yang dibawanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Chelsea vs Hull City di Liga Inggris, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir

Keberadaan lagu Karo seperti Pemere Dibata turut memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Karo. Bahasa, musik, dan nilai kehidupan dapat berpadu dalam sebuah karya yang kemudian diwariskan dan dikenal oleh masyarakat luas.

Bagi generasi muda Karo, musik dapat menjadi salah satu cara untuk tetap mengenal budaya daerah. Mendengarkan lagu berbahasa Karo tidak hanya menjadi kegiatan menikmati musik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengenal bahasa dan nilai yang terdapat di dalamnya.

Perkembangan teknologi turut memberikan peluang bagi lagu daerah untuk menjangkau pendengar yang lebih luas. Lagu yang dahulu mungkin hanya dikenal dalam lingkungan masyarakat tertentu kini dapat didengarkan oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Pemere Dibata menjadi salah satu contoh bahwa musik dapat menjadi media untuk membawa identitas daerah sekaligus menyampaikan pesan kehidupan. Makna “anugerah dari Tuhan” membuat lagu ini dapat dipandang sebagai karya yang mengingatkan pendengarnya untuk menghargai dan mensyukuri kehidupan.

Baca Juga: Susunan Pemain PSS Sleman vs Madura United, Melvyn Starter dan Ashkovski Debut

Di tengah perubahan zaman, keberadaan lagu daerah menjadi bagian penting dalam menjaga kebudayaan tetap hidup. Selama bahasa dan karya musik Karo terus digunakan, didengarkan, serta dikenalkan kepada generasi berikutnya, nilai budaya yang terkandung di dalamnya juga memiliki kesempatan untuk terus diwariskan.

(Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Ananta Sembiring Lagu Karo Pemere Dibata lagu daerah Musik Daerah