JAYAWIJAYA – Senyum bangga seorang ayah melihat putrinya berhasil menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kini berubah menjadi duka. Wili Mbuik, perempuan asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus kehilangan nyawa setelah menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas sebagai CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Wili berusia 25 tahun. Ia merupakan salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026). Saat kejadian, Wili bersama rombongan sedang menjalankan tugas kedinasan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Bagi keluarga di Rote Ndao, keberhasilan Wili menjadi CPNS sebelumnya merupakan kabar yang membanggakan. Putri yang pergi jauh dari kampung halaman untuk bekerja di Papua itu membawa harapan baru bagi keluarga.
Sang ayah bahkan sempat mengabadikan momen ketika Wili mengabarkan kelulusannya. Sebuah video call yang dilakukan pada Juli 2026 kini justru menjadi kenangan yang begitu berarti bagi keluarga.
Dalam panggilan tersebut, Wili terlihat membagikan kabar bahagia kepada sang ayah. Tidak ada yang menyangka, percakapan yang berlangsung ketika Wili sedang menikmati kebahagiaan setelah berhasil menjadi abdi negara itu akan menjadi salah satu kenangan terakhir mereka.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Taman Alam Lumbini Berastagi, Perpaduan Alam Sejuk dan Kemegahan Pagoda di Karo
Wili kemudian menjalani tugasnya di Papua. Sebagai CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya, ia ikut dalam rombongan yang menjalankan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di Distrik Muliama.
Rombongan tersebut membawa bantuan dan menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan pertanian. Namun, perjalanan itu berubah menjadi tragedi setelah rombongan diserang kelompok bersenjata.
Dalam kejadian tersebut, Wili mengalami luka tembak. Ia sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di RSUD Wamena. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kabar kematian Wili kemudian menjadi pukulan bagi keluarga yang berada jauh di Rote Ndao. Anak perempuan yang sebelumnya membuat ayahnya bangga karena berhasil lulus CPNS kini harus pulang ke kampung halaman dalam peti jenazah.
Baca Juga: Michael Carrick: Ini Adalah Malam yang Indah
Kesedihan keluarga semakin dalam setelah muncul laporan bahwa telepon seluler milik Wili digunakan oleh terduga pelaku untuk melakukan video call dengan keluarga. Dalam panggilan tersebut, keluarga disebut melihat orang lain menggunakan telepon milik Wili. Sejumlah laporan juga menyebut orang tersebut sempat tertawa ketika melakukan panggilan. Detail tersebut menjadi bagian lain dari duka keluarga setelah mengetahui Wili menjadi korban penembakan.
Sementara itu, jenazah Wili telah dipulangkan dari Papua menuju NTT pada Kamis (10/9/2026). Jenazah diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura, kemudian diterbangkan ke Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke Rote Ndao.
Perjalanan Wili ke Papua awalnya membawa harapan. Ia datang sebagai perempuan muda dari Rote Ndao yang baru memulai pengabdian sebagai CPNS. Namun, pengabdian itu berakhir sebelum sempat dijalani lebih jauh.
Kini, kebanggaan seorang ayah terhadap putrinya yang berhasil menjadi abdi negara harus berjalan bersama rasa kehilangan.
Wili yang seharusnya memiliki perjalanan panjang sebagai seorang aparatur negara justru pulang dalam keadaan telah tiada.
Dari Rote Ndao, ia berangkat membawa cita-cita. Di Papua, ia menjalankan tugas. Dan kini, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk terakhir kalinya.
(Maria Margreatha Nirong Gedo)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber