RADAR JOGJA - Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan aktivitasnya.
Gunung yang muncul di perairan Selat Sunda itu sudah mengalami 14 kali erupsi dalam tiga hari terakhir, rentang 4-6 September 2026.
Letusan terakhir terjadi pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 20.23 WIB, dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan durasi 44 detik.
Dari Laporan BMKG, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi hebat mulai Jum’at (4/9/2026) malam kemudian intensitasnya semakin tinggi.
BMKG Menyebut pada Jumat (6/9/2026) erupsi terjadi dengan abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Baca Juga: Suporter Valencia Demo Kepengurusan Klub di Luar Mestalla setelah Kekalahan dari Barcelona
Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah barat daya hingga barat laut mencakup wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.
Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada hari Minggu, 6 September, mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 50.000 kaki.
Letusan ini menyebabkan penangguhan sementara operasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Lebih dari 200 penerbangan dialihkan.
Warga dari beberapa wilayah sekitar melaporkan terkena dampak abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau tersebut.
Abu vulkanik mulai menyebar dan menutupi sebagian wilayah di Jabodetabek hingga Lampung.
Baca Juga: Merantau ke Jogja, Warga Kalimantan Termasuk Mahasiswa Mengalami Culture Shock dengan "Murahnya" Bia
Selain itu, persebaran abu vulkanik di Jakarta dilaporkan sudah mencapai di jalan-jalan dan fasilitas umum.
Bahkan pada hari ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan.
"Sekolah dilakukan secara daring di rumah. Karena debu abu di luar cukup tebal," tulis akun X Hanardia.
Seruan menggunakan masker dilakukan untuk menghindari dampak abu vulkanik bagi kesehatan dan hal ini menjadi perhatian warganet.
“Abu vulkanik dr Gunung Anak Krakatau di LRT Cawang 09.15, real. Jangan lupa pakai masker semuanya saat aktivitas di luar ruangan! Sehat-sehat yaa,” terang akun @bismillahyuk_ dengan menyertakan foto abu vulkanik yang tersebar di lantai stasiun (6/9/2026).
Baca Juga: Jamie Vardy Perkuat Burnley di Championship, Mampu Angkat The Clarets dari Papan Bawah Klasemen?
Beberapa netizen dari wilayah Jakarta lain, Depok, Bogor, dan Bekasi juga membagikan foto abu vulkanik yang sudah memasuki teras maupun rumah mereka di media sosial.
Netizen juga saling mengingatkan tentang dampak abu vulkanik bagi kesehatan serta membagikan upaya pencegahan dari paparan abu vulkanik, seperti menggunakan masker N95/KN95, membatasi diri dari beraktivitas di luar rumah, dan menutup ventilasi rumah sementara agar abu tidak masuk.
Masyarakat pada wilayah sekitar yang terdampak diharapkan agar selalu berhati-hati, dan meminimalisir paparan abu vulkanik secara langsung.
Editor : Meitika Candra Lantiva