RADAR JOGJA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan satwa liar yang berada di dalam kawasan terdampak.
Hal tersebut terlihat dari penemuan seekor landak hutan yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di tengah kawasan yang terdampak kebakaran hutan di Kalimantan.
Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah petugas terlihat menemukan dan mengangkat tubuh landak tersebut dari lokasi. Satwa dengan tubuh dipenuhi duri itu tampak sudah tidak bernyawa dan berada di kawasan yang dipenuhi sisa-sisa vegetasi terbakar.
Kondisi di sekitar lokasi juga memperlihatkan pepohonan dan tumbuhan yang mengering serta kepulan asap yang masih terlihat. Situasi tersebut menggambarkan betapa luasnya dampak kebakaran terhadap habitat satwa liar.
Landak hutan merupakan salah satu satwa yang hidup di kawasan hutan dan bergantung pada lingkungan alami untuk mencari makanan serta berlindung. Ketika habitatnya terbakar, satwa liar menghadapi risiko kehilangan tempat tinggal, kekurangan sumber makanan, hingga kematian.
Baca Juga: Tiga Hari sejak Hilang di Pantai Entak, Penjaring Ikan Ditemukan Meninggal di Pantai Setrojenar
Penemuan landak tersebut menjadi gambaran nyata bahwa karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan pada ekosistem, tetapi juga mengancam keberlangsungan berbagai jenis satwa yang hidup di dalamnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan secara serius. Perlindungan terhadap habitat alami diperlukan agar satwa liar tetap memiliki ruang untuk hidup dan berkembang biak.
Dampak karhutla terhadap satwa sering kali tidak terlihat secara langsung. Namun, kematian hewan seperti landak hutan menunjukkan bahwa kerusakan akibat kebakaran dapat meninggalkan dampak panjang bagi keseimbangan ekosistem.
Masyarakat pun diharapkan turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar.
Baca Juga: Paralayang Festival 2026 Diikuti 76 atlet, Jadi Penanda Sport Tourism Kulon Progo
( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG )
Sumber: Berbagi Sumber
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber