RADAR JOGJA - Musim kemarau ekstrem menyebabkan Sungai Juana Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati surut.
Sungai ini menyisakan ikan sapu-sapu, penghuni sungai yang tertahan di kubangan lumpur.
Fenomena ini menarik perhatian termasuk di jagat maya.
Dari pantauan TikTok Live @thekaconk, warga berbondong-bondong mengambil ikan sapu-sapu di Bendung Karet Sungai Juana.
Mereka menggunakan serok ikan dan menjaring ikan sebanyak-banyaknya.
Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia U23 Iwan Setiawan Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
"Airnya asat dan ikannya banyak nggak habis-habis," terang pria pemilik akun TikTok @thekaconk, Kamis (3/9/2026).
Dikatakan ikan-ikan tersebut hendak digiling untuk dijadikan pakan ternak atau bahan dasar pembuatan pelet.
Menurutnya, kegiatan ini sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, namun hingga kini jumlah ikan masih melimpah.
"Sejak tadi pagi sudah satu truk, pikap L300 sudah tiga dan viar lima, saya live sejak jam 9," ungkap proa tersebut.
Baca Juga: Merapi Belum Reda, Lava Kembali Menyusuri Lereng Barat Daya hingga 2 Kilometer
Fenomena tersebut ramai diabadikan dan dibagikan oleh warganet ke media sosial.
Video dan foto kondisi sungai yang dipenuhi ikan sapu-sapu itu pun ramai diperbincangkan hingga akhirnya viral.
Alih-alih hanya dibiarkan saja, ikan sapu-sapu yang terdampar tersebut langsung menjadi buruan masyarakat sekitar.
Menariknya, ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap tidak bernilai, kini malah menjadi tambahan sumber penghasilan masyarakat sekitar.
Bendung Karet Sungai Juana selama ini sering dimanfaatkan sebagai media distribusi air untuk mengairi lahan pertanian sekaligus menjadi penyekat antara air tawar dan air di Sungai Juana.
Baca Juga: Gaji 3x Lipat, Richarlison Setujui Kesepakatan Personal dengan Trabzonspor
Namun, melihat kondisi kemarau yang terjadi setiap tahunnya, membuat tampungan air di sekitar Bendung Karet sering menyusut dan membuat tampilannya kering.
Bendung Karet menjadi sumber kebutuhan air bagi para petani di sepanjang aliran sungai terlebih saat memasuki masa tanam, kebutuhan air meningkat.
Kendati begitu berbanding terbarik dengan kondisi Sungai Juana yang terus megalami penyusutan debit dari hulu.
Editor : Meitika Candra Lantiva