RADAR JOGJA – Musim kemarau 2026 kembali membawa kabut asap. Kebakaran hutan dan lahan yang menyebar luas di wilayah Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi menyebabkan kualitas udara di beberapa kota memburuk, bahkan bisa memengaruhi negara-negara tetangga.
Titik panas semakin banyak, puncak kemarau terjadi bulan Agustus-September. Berdasarkan pemantuan BMKG, jumlah titik panas terus bertambah. Wilayah yang paling rentan bencana adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan. Puncak risiko diprediksi September-Oktober.
Menggunakan satelit citra untuk menunjukkan bahwa asap dari Kalimantan Barat berpotensi diangkut ke Sarawak, Malaysia, karena angin dari arah barat laut. Fenomena asap berkelana ini terjadi setiap tahunnya, tergantung pada arah angin.
Ranking 10 kota terburuk menurut IQAir. Data platform global IQAir per Rabu, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB mencatat:
1. Pontianak – AQI 595 (Berbahaya)
2. Pekanbaru – AQI 392 (Sangat Tidak Sehat)
3. Palangkaraya – AQI 390 (Sangat Tidak Sehat)
4. Jambi – AQI 197 (Tidak Sehat)
5. Palembang – AQI 180 (Tidak Sehat)
6. Tangerang Selatan – AQI 173 (Tidak Sehat)
7. Serpong – AQI 170 (Tidak Sehat)
8. Bandung – AQI 160 (Tidak Sehat)
9. Ubud – AQI 159 (Tidak Sehat)
10. Jakarta – AQI 158 (Tidak Sehat)
Dampak paling parah di Kalimantan-Sumatera. Tapi Jawa-Bali seperti Bandung, Tangsel, Ubud juga masuk, artintya sebaran asap sudah luas.
Melihat udara semakin tidak sehat, ada beberapa cara mudah yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
1. Gunakan masker saat bepergian ke luar rumah.
2. Batasi kegiatan di lar rumah jika kualitas udara wilayah anda berada dalam kategori buruk atau lebih parah.
3. Jangan membakar sampah sembarangan. Kebiasaan ini juga menyebabkan polusi udara dan meningkatkan kemungkinan terjadi kebakran, terutama ketika tanah dan tumbuhan sedang dalam kondisi kering.
4. Jangan membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama di dekat lahan gambut atau semak belukar, karena api yang kecil bisa dengan cepat merambat dan menyebabkan kebakaran besar.
5. Minum air putih secukupnya dan tingkatkan daya tahan tubuhmu, karena terpapar asap dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan masalah kesulitan bernapas.
Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya bencana musiman yang datang sementara dan peargi tanpa memberi dampak yang besar. Setiap tahun, asap yang terjadi tidak hanya merugikan kesehatan ribuan orang, tetapi juga membuat nama indonesia terlihat buruk di mata negara-negara tetangga yang juga terkena dampaknya. Kesadaran bersama untuk tidak membakar lahan dan sampah sembarangan, ditambah perhatian terhadap kesehatan diri, menjadi hal penting agar dampak kabut asap bisa diteka seminimal mungkin.
(Della Hardi Puspita)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber