RADAR JOGJA - Mengadopsi orangutan mungkin terdengar seperti membawa pulang satwa tersebut untuk dirawat di rumah.
Namun, konsep adopsi yang dijalankan Borneo Orangutan Survival atau BOS Foundation ternyata berbeda.
Orangutan yang diadopsi tetap tinggal di pusat rehabilitasi.
Sementara masyarakat bisa memberikan dukungan dari jauh dan mengikuti perkembangan orangutan yang dipilih.
Prosesnya dilakukan secara online melalui situs resmi BOS Foundation.
Baca Juga: Liverpool Tegaskan Tak Akan Rekrut Gelandang Bertahan, Andoni Iraola Fokus Perbaiki Sistem Tim
Calon pengadopsi dapat memilih orangutan yang tersedia, kemudian melihat profil serta cerita perjalanan masing-masing orangutan.
Setelah menentukan pilihan, pengadopsi bisa memilih paket adopsi dan melanjutkan proses pendaftaran.
Orangutan yang tersedia untuk diadopsi memiliki latar belakang berbeda.
Ada yang diselamatkan saat masih kecil, kehilangan induknya, hingga menjalani rehabilitasi setelah menjadi korban perdagangan satwa liar.
Baca Juga: Kemhan Berikan Pernyataan Terkait Penggunaan Hijab Bagi Mahasiswa UNHAN RI
Setelah proses adopsi selesai, pengadopsi akan mendapatkan sertifikat yang dipersonalisasi, cerita mengenai orangutan yang dipilih, serta foto eksklusif melalui email.
Bagi yang memilih adopsi selama satu tahun, BOS Foundation juga memberikan pembaruan perkembangan orangutan setiap tiga bulan sekali.
Sementara paket enam bulan mendapatkan dua kali pembaruan.
Artinya, meskipun tidak bertemu langsung, pengadopsi tetap bisa mengikuti perjalanan orangutan yang didukungnya.
Baca Juga: Bank Mandiri Blokir Rekening Koordinator AMPB, Netizen Ramai Serukan Tagar #BoikotMandiri
Uangnya digunakan untuk apa?
Adopsi ini bukan berarti orangutan tersebut menjadi milik pengadopsi.
Dana yang diberikan digunakan untuk mendukung kebutuhan perawatan dan rehabilitasi orangutan di BOS Foundation.
Mulai dari pakan, obat-obatan, perawatan, hingga kebutuhan lain selama proses rehabilitasi.
Perjalanan setiap orangutan untuk kembali ke alam liar tidak berlangsung singkat.
Baca Juga: Alasan Harvey Elliott dan Federico Chiesa Dicoret dari Skuad Liverpool saat Melawan Newcastle United
Orangutan yang masih kecil harus belajar berbagai kemampuan dasar, mulai dari memanjat pohon, mencari makanan alami, hingga membuat sarang untuk tidur.
Mereka kemudian menjalani proses rehabilitasi secara bertahap hingga dinilai mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada manusia.
Jika sudah memenuhi kemampuan yang dibutuhkan, orangutan bisa menjadi kandidat untuk dilepasliarkan kembali ke hutan.
Bukan untuk membuat orangutan tetap hidup bersama manusia, tetapi justru mempersiapkan mereka agar bisa kembali hidup mandiri di habitat alaminya.
Baca Juga: Alasan Harvey Elliott dan Federico Chiesa Dicoret dari Skuad Liverpool saat Melawan Newcastle United
Di sisi lain, orangutan masih menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat, kebakaran hutan, perburuan hingga perdagangan satwa liar.
Karena itu, program adopsi menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk ikut mendukung konservasi tanpa harus datang langsung ke pusat rehabilitasi.
Bedanya, adopsi ini bukan tentang membawa orangutan pulang.
Justru, dukungan yang diberikan menjadi bagian dari perjalanan agar suatu hari mereka bisa kembali ke rumah yang sebenarnya, yaitu hutan.