Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga Level III

Muhammad Ibrahim Al Fattih • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:53 WIB
Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau.

 LAMPUNG - Gunung Anak Krakatau di Lampung kembali mengalami erupsi pada Senin pagi. Erupsi terjadi pada pukul 09.41 WIB dan memunculkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 250 meter di atas puncak gunung atau mencapai 407 meter di atas permukaan laut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 52 milimeter.

Erupsi berlangsung selama sekitar satu menit 17 detik. Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu yang keluar dari kawah berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut,” kata Lana.

Baca Juga: Pernyataan Idgitaf tentang Beda Pilihan Politik Picu Perdebatan Warganet

Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih perlu mendapat perhatian dan pemantauan secara ketat.

Dengan kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat lontaran material vulkanik.

“Tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” ujar Lana.

Baca Juga: Enam Pesawat TNI AU Dikerahkan Bawa Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

Nelayan Diimbau Mematuhi Radius Aman

Imbauan keselamatan juga ditujukan kepada para nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Mereka diminta mengikuti radius aman yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

Pembatasan tersebut bertujuan mengurangi risiko yang dapat muncul akibat aktivitas erupsi, termasuk potensi lontaran material vulkanik dari kawah aktif.

Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dan seluruh pihak yang berada di sekitar kawasan gunung diminta mematuhi rekomendasi serta arahan dari otoritas terkait demi keselamatan bersama.

(Muhammad Ibrahim Al Fattih)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Jawa Pos
Anak Krakatau meletus lampung Selat Sunda gunung