Ini menjadi keprihatinan lain di samping masalah karhutla yang terjadi di Kalimantan.
Sejak Senin (17/08/2026), sungai Mahakam di Kutai Barat, Kalimantan Timur, dikabarkan mengalami surut hingga pasir dasar sungai terlihat.
Keadaan tersebut membuat wilayah penyusutan air sungai terlihat seperti “pantai dadakan”.
Namun ternyata tidak hanya di sungai Mahakam, sungai Melawi di Kalimantan Barat juga mengalami hal yang serupa.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Kalimantan Semakin Parah, Warganet Soroti Orang Utan yang Kehilangan Tempat Tingg
Di bawah Jembatan Lintas Melawi, yang terletak di Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, air sungai terlihat mengering hampir sepanjang bawah jembatan (19/08/2026).
Padahal sebelumnya, air sungai di sana biasa digunakan sebagai jalur transportasi air.
Fenomena ini memang memberi peluang bagi warga sekitar untuk memiliki “tempat wisata” dadakan karena pasir dasar sungai yang terlihat membuat sungai surut terasa seperti pantai.
Banyak warga yang akhirnya bermain di pasir sungai tersebut, ditambah pedagang yang berjualan di sana sehingga lokasi benar-benar terasa seperti tempat wisata.
Baca Juga: Pemda DIY dan Imigrasi Gelar Layanan Paspor Kolektif di Kompleks Kepatihan
Namun, perlu diingat bahwa fenomena ini adalah efek dari kemarau yang ekstrim.
Warga Kalimantan dikhawatirkan kekurangan pasokan air jika fenomena ini terus berlanjut, terutama yang mengandalkan aliran air PDAM.
Surutnya air sungai juga menghambat penyaluran pasokan kebutuhan yang biasanya diantarkan melalui jalur air seperti BBM, serta menghambat aktivitas perairan warga sekitar.
Fenomena ini selayaknya sudah menjadi perhatian pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.
Editor : Meitika Candra Lantiva