Gerak Cepat, Dokter Spesialis Tulang PABOI Bergegas ke NTT, Prioritaskan Operasi Korban Gempa

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:56 WIB
Dari kiri, Norman Zainal, Aditya Fuad Robby Triangga, Rizki Rahmadian, dan Mujaddid Idulhaq saat press conference 9th IHKS Biennial Scientific Meeting in Collaboration with INAMSOS & IOTRS Combined Meeting pada Jumat 21 Agustus 2026 di Sleman. (Foto:iwa ikhwanudin/Radar Jogja)
Dari kiri, Norman Zainal, Aditya Fuad Robby Triangga, Rizki Rahmadian, dan Mujaddid Idulhaq saat press conference 9th IHKS Biennial Scientific Meeting in Collaboration with INAMSOS & IOTRS Combined Meeting pada Jumat 21 Agustus 2026 di Sleman. (Foto:iwa ikhwanudin/Radar Jogja)

SLEMAN - Duka mendalam akibat guncangan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu alarm kemanusiaan dari berbagai pihak.

Menanggapi musibah yang terjadi di pagi buta tersebut, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) bergerak cepat menggalang relawan medis untuk diterjunkan langsung ke titik-titik bencana.

Termasuk di dalamnya, para dokter spesialis ortopedi yang tergabung dalam Indonesian Hip and Knee Society (IHKS) ikut terjun ke NTT membantu korban gempa. 

Kepanikan warga saat gempa terjadi pada waktu istirahat memicu potensi luka trauma berat, khususnya kasus patah tulang (fraktur) akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.

Baca Juga: Tambang Emas Longsor, 100 Lebih Penambang Tewas Tertimbun

Situasi di lapangan kian mendesak karena pusat gempa berada di area dengan keterbatasan tenaga ahli bedah ortopedi, seperti wilayah Ende yang saat ini belum memiliki dokter spesialis terkait.

"Begitu kabar duka masuk, kami segera menggelar koordinasi nasional daring bersama seluruh cabang dan anak organisasi."

"Kami tahu betul, luka akibat reruntuhan gempa butuh tindakan bedah ortopedi secepat mungkin agar korban terhindar dari cacat permanen," ungkap President the Indonesian Hip and Knee Society (IHKS/Perhimpunan Bedah Panggul dan Lutut Indonesia), Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT, Subsp.P.L.(K), M.Kes, di Marriott Hotel, Sleman, Jumat 21 Agustus 2026.

Pengalaman panjang penanganan gempa Padang 2009 dan tsunami Aceh menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kali ini. 

Baca Juga: Indonesia Jadi Pasar Strategis Malaysia di Sektor Business Events

"PABOI tidak sekadar memberangkatkan dokter, melainkan satu unit penanganan terpadu yang mencakup perawat bedah, tim logistik pendukung, hingga tenaga kebersihan medis."

"Kerja mandiri ini disiapkan agar kehadiran relawan tidak menambah beban wilayah terdampak," tambah President Indonesian Orthopaedic and Traumatology Research Society (IOTRS), Dr. (DMB), Dr. (Orth), dr. Norman Zainal, Sp.OT, M.Kes., M.Kom., C.C.D.

Rizki dan Norman mengatakan hal tersebut saat press conference 9th IHKS Biennial Scientific Meeting in Collaboration with INAMSOS & IOTRS Combined Meeting pada 20–22 Agustus 2026 di Yogyakarta Marriott Hotel, Sleman.

Selain keduanya, hadir pula President  INAMSOS, Dr. dr. Mujaddid Idulhaq, Sp.OT, Subsp.Onk.Ort.R.(K); dan Chairman IHKS, Dr. dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.P.L.(K), AIFO-K. 

Baca Juga: Dari Hama Jadi Kuliner, Menikmati Renyahnya Walang Goreng Gunung Kidul Yogyakarta

"Kloter pertama relawan dokter ortopedi dari Makassar dan Surabaya telah bertolak menuju rumah sakit rujukan serta fasilitas tenda darurat di wilayah terparah, termasuk RSUD Aeramo," ujar Aditya. 

Beberapa dokter yang sedianya mengisi seminar ilmiah bahkan langsung mengalihkan tugas demi prioritas penyelamatan korban di NTT.

Penanganan medis gempa tidak berhenti pada tindakan darurat semata.

PABOI telah merancang skema bantuan bertahap jangka panjang untuk pemantauan pascaoperasi, perawatan luka fraktur kompleks, serta rehabilitasi medik pasien. 

"Kolaborasi erat bersama Kementerian Kesehatan, BNPB, dan jejaring pusat pendidikan ortopedi di Indonesia terus diperkuat demi memastikan para penyintas gempa pulih sepenuhnya," kata Mujaddid. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
gempa NTT PABOI Dokter Bedah Ortopedi Relawan Medis Bencana Penanganan Fraktur Gempa