Dapur MBG Ikut Bergerak Saat Bencana, SPPG Disiagakan Bantu Pengungsi Gempa NTT

Seli Sulistiani • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan puluhan SPPG di wilayah terdampak disiagakan untuk membantu menyediakan makanan bagi masyarakat.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan puluhan SPPG di wilayah terdampak disiagakan untuk membantu menyediakan makanan bagi masyarakat.

 NTT - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini berperan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas tersebut disiagakan untuk mendukung kebutuhan makanan bagi warga yang harus mengungsi setelah gempa mengguncang wilayah NTT.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut membuat sejumlah warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kondisi tersebut kemudian mendorong pemerintah mengerahkan sejumlah fasilitas yang tersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan puluhan SPPG di wilayah terdampak disiagakan untuk membantu menyediakan makanan bagi masyarakat. Secara keseluruhan, terdapat 71 SPPG yang disiapkan di wilayah NTT sebagai bagian dari dukungan penanganan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga: 65 Ton Logistik Tambahan Dikirim ke NTT, Total Bantuan Capai 253 Ton

Pemanfaatan SPPG dalam situasi bencana dilakukan dengan menyesuaikan pelayanan dapur yang berada di sekitar wilayah terdampak. SPPG yang masih dapat beroperasi dapat membantu menyiapkan makanan siap saji bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Di Kabupaten Sikka, langkah tersebut telah dilakukan oleh sejumlah SPPG. SPPG Waaliti dan SPPG Watugong 3 masing-masing menyiapkan 300 porsi makanan siap saji untuk pengungsi pada Sabtu malam. Makanan tersebut kemudian disalurkan ke Posko Pengungsian Gelora Samador, Maumere.

Keterlibatan dapur MBG dalam kondisi darurat menunjukkan bahwa fasilitas yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat juga dapat dimanfaatkan ketika terjadi bencana. Keberadaan dapur yang sudah memiliki tenaga, peralatan, serta sistem pengolahan makanan memungkinkan bantuan pangan disiapkan dan didistribusikan dengan lebih cepat.

Baca Juga: Putra Ketua Yayasan Little Aresha Jogja Sudah Dua Kali Mangkir Panggilan Polisi

Di tengah kondisi pascabencana, ketersediaan makanan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang berada di pengungsian. Dengan disiagakannya SPPG, dapur MBG tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan rutin, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam situasi darurat.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
gempa NTT dapur MBG gempa bumi nusa tenggara timur Bencana