RADAR JOGJA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan sejumlah program pemerintah untuk menjawab kekhawatiran mahasiswa terkait kesiapan memasuki dunia kerja.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPN Veteran Jakarta 2026, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menanggapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa, mulai dari akses terhadap sertifikasi keterampilan hingga fenomena sandwich generation dan persaingan di dunia kerja.
Baca Juga: Strategi Kemenkeu Hadapi Utang Negara Rp 10.000 Triliun: Genjot Pajak Tanpa Naikkan Tarif
Salah satu program yang diperkenalkan adalah Program Pemagangan Nasional yang disiapkan Kementerian Ketenagakerjaan.
Pada tahun ini, program tersebut menargetkan 150 ribu peserta dengan masa pemagangan selama enam bulan.
Peserta juga akan memperoleh uang saku dari pemerintah dengan besaran yang disetarakan dengan upah minimum.
Program tersebut sebelumnya menunjukkan hasil positif.
Pada pelaksanaan tahun lalu, sekitar 30 persen peserta disebut langsung mendapatkan tawaran pekerjaan setelah menyelesaikan pemagangan.
Baca Juga: Sleman City Hall Hadirkan Semarak “YouthNited Nation”, dari IGEX 2026 hingga Independence Day Milita
Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan keterampilan bersertifikasi tanpa biaya bagi 300 ribu peserta.
Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat meningkatkan kompetensi di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Yassierli juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan formal.
Menurutnya, pola pikir kewirausahaan perlu mulai dibangun dengan melihat berbagai peluang yang berkembang, termasuk di sektor gig economy, perusahaan rintisan atau startup, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Arsenal Bahas Victor Osimhen dengan Galatasaray, Martinelli dan Nwaneri Ikut Ditawarkan
Kemampuan berbahasa asing turut menjadi bekal yang dinilai penting bagi mahasiswa.
Penguasaan bahasa asing dapat memperluas peluang untuk bekerja di luar negeri sekaligus membuka kesempatan memperoleh penghasilan yang lebih besar.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan kompetensi sejak dini agar lebih siap menghadapi perubahan serta tuntutan pasar kerja di masa mendatang.
Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : PKKMB UPN VETERAN JAKARTA